Satpol PP: TPS Liar di Cikeas Bogor yang Timbulkan Asap Tebal Akan Disegel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasi Trantibum Kecamatan Gunung Putri Hamzah Perwiranegara saat meninjau lokasi pembakaran sampah di kawasan Cikeas, Bogor, Kamis (16/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasi Trantibum Kecamatan Gunung Putri Hamzah Perwiranegara saat meninjau lokasi pembakaran sampah di kawasan Cikeas, Bogor, Kamis (16/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Satpol PP Kecamatan Gunung Putri memastikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, akan disegel setelah proses pemadaman api dan asap selesai.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Satpol PP Kecamatan Gunung Putri, Hamzah Perwiranegara, mengatakan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah mengambil langkah.

“Tapi setelah ada aduan kemarin, kami langsung juga koordinasi dengan Dinas Teknis dengan Dinas DLH-nya dan alhamdulillah fast response hari ini langsung ditindaklanjuti oleh beliau dengan tindakan-tindakan tadi langsung oleh ke pengelolanya dan sudah membuat berita acara dan perjanjian agar tidak mengulanginya,” ujar Hamzah saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7).

Hamzah mengatakan penyegelan belum bisa dilakukan karena akan dilakukan pemadaman terlebih dahulu. Sebab, apabila lokasi langsung disegel, aktivitas keluar masuk petugas untuk memadamkan api dan asap akan terhambat.

“Dan untuk sementara mungkin tidak bisa disegel dulu karena harus dipadamkan karena pada saat sudah disegel enggak bisa ada lagi yang keluar dan masuk. Jadi kita mau fokus di pemadaman dulu karena kita takutnya berdampak luas ke warga sekitar,” ujar Hamzah.

“Takut ada ISPA nanti kita juga koordinasi dengan Dinkes agar daerah sekitarnya juga dimonitor. Takutnya ada gejala-gejala yang tidak kita inginkan,” lanjutnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, kata Hamzah, DLH akan langsung melakukan penyegelan terhadap lokasi tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa lokasi itu sebenarnya pernah disegel sebelumnya.

Upaya pemadaman yang dilakukan warga yang menumpuk sampah di kawasan Cikeas, Bogor, Kamis (16/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Oh enggak, jadi setelah pemadaman insyaallah dari DLH-nya akan melakukan langsung untuk penyegelan dan kalau misalkan mengulangi lagi pada saat disegel, karena ini sebenarnya dulu sudah pernah disegel. Pernah gini lagi,” katanya.

Menurut Hamzah, apabila setelah penyegelan aktivitas serupa kembali ditemukan, kasus tersebut akan dibawa ke ranah hukum.

“Dan kalau misalkan nanti setelah ada penyegelan, kejadian lagi seperti ini mau tidak mau tadi saya sudah koordinasi dengan Katim dari DLH-nya berarti akan dibawa ke ranah hukum,” jelas dia.

Ia mengatakan proses pemadaman masih terus diupayakan secepat mungkin. Namun, petugas harus berhati-hati karena terdapat gas metana di bawah tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan ledakan.

“Kita upayakan secepatnya. Kalau bisa hari ini, hari ini. Cuma nanti kita lihat dulu upaya yang dilakukan Damkar apa, teknis yang dilakukan apa. Karena kita pun tidak bisa memantau terlalu dekat. Takutnya ada ledakan, karena balik lagi memang ada di bawahnya gas metana yang aktif,” ungkap Hamzah.

“Nah, itu kita harus hati-hati. Kita di sini semuanya awam. Nanti biar Damkar yang menyelesaikan, semoga bisa secepatnya padam, sehingga terjadi kondusivitas di sini,” tambahnya.

Hamzah juga menyoroti dampak pencemaran yang ditimbulkan kebakaran tersebut. Menurutnya, bukan hanya tanah yang tercemar, tetapi kualitas udara di sekitar lokasi juga terdampak akibat asap yang terus keluar.

“Karena kan pencemarannya tidak hanya tanahnya aja, ternyata udara juga nih sudah mulai ikut ini karena asapnya kan terus-terusan keluar nih,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hamzah mengajak masyarakat memanfaatkan program pengelolaan sampah yang telah dijalankan Dinas Lingkungan Hidup agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jadi upaya-upaya mitigasi juga telah dicanangkan ya. Saya juga berterima kasih sama dinas terkait, nih DLH, ada yang namanya KRL, Kampung Ramah Lingkungan. Ada pemilahan sampah yang seperti apa. Karena sudah terjadi hal seperti ini, kami pun dari Kecamatan Gunung Putri, ayo mengajak warga lagi untuk menggerakkan dan untuk mengikuti program-program dari Dinas Lingkungan Hidup yang memang sangat baik, gitu,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat semakin aktif menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik.

“Jadi, menjaga lingkungan dari segala aspek, dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. Kalau KRL-nya jalan, saya yakin semuanya pasti akan kondusif, semuanya akan baik-baik saja, gitu,” pungkas dia.