SBY Bisiki Ibunya soal Ani Yudhoyono: Ibu, Memo Sudah Berpulang

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menceritakan kenangan terakhir bersama ibundanya, Siti Habibah, sebelum menghembuskan nafas terakhir pada pada Jumat (30/8) malam.
Saat itu, SBY sempat merasa khawatir ibundanya tak mengetahui sang istri, Ani Yudhoyono, telah lebih dahulu berpulang pada 1 Juni.
Apalagi, kata dia, komunikasinya dengan sang ibu kurang lancar karena kondisi kesehatan. Sehingga saat berada di ruang ICU, SBY berbisik kepada ibunya. Dia memberi tahu bahwa Ani Yudhoyono telah tiada.
"Sambil menangis saya tidak yakin, paling tidak i'm questioning, apakah ibunda saya ini betul-betul tahu, apakah istri (saya) sudah berpulang ke Rahmatullah, karena komunikasi kami sebelum masuk ICU selama satu-dua tahun ini, sudah tidak lancar. Saya khawatir kalau (Ibu) tidak tahu kalau Bu Ani sudah tidak ada," kata SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (30/8).
"Karena sudah tidak bisa bicara, hanya ketika saya membisikkan, air matanya keluar, mungkin jangan-jangan ibu bertanya-tanya ke mana Ani, karena biasanya mendampingi. Itulah tadi malam saya bisikan, 'Ibu, mamanya Agus, Memo, sudah berpulang ke Rahmatullah," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan meski telah tiada, Ani Yudhoyono tetap mencintai mertuanya itu. Ketum Demokrat itu ingin agar ibundanya memahami perasaan cinta orang terdekatnya.
"Tapi satu hal sampai akhir hayatnya memo sangat menyayangi ibu, menyayangi Eyang Siti Habibah. Saya bisikkan supaya mengerti betul bahwa orang terdekatnya pun sangat menyayanginya," tutur dia.
Selain itu, SBY mengatakan juga sempat menyampaikan permohonan maaf atas segala perbuatannya sebagai anak. Apalagi, ia merasa sang ibu memiliki andil besar terhadap karirnya sebagai seorang Presiden RI.
"Saya bisikan di telinga almarhum, lalu saya cium keningnya dan intinya pertama saya mohon maaf atas semua kesalahan selama ini, permohonan maaf setulus-tulusnya karena ibunda saya ini sebelum sakit, hampir tiap hari puasa dan tirakat. Barangkali saya mendapatkan peluang memimpin Indonesia di samping takdir dan pertolongan Allah, tirakat dari ibunda saya," tutupnya.
