Melepasliarkan Anak Macan Tutul yang Masuk Rumah Warga Sukabumi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Macan Tutul yang tersesat dirumah warga (Foto: Instagram @kementerianlhk)
zoom-in-whitePerbesar
Macan Tutul yang tersesat dirumah warga (Foto: Instagram @kementerianlhk)

Seekor anak macan tutul (Panthera Pardus Melas) terjebak di bawah rumah panggung milik pegawai PTPN di Kampung Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat. Anak macan tutul itu ditemukan pemilik rumah, Hendi Suhendi, pada Rabu (16/5) malam.

Kehadiran anak macan tutul di salah satu rumah warga itu sempat menyedot perhatian masyarakat. Setelah diamankan petugas Balai Besar KSDA Jawa Barat dan diberi asupan yang cukup. Macan tutul itu kembali dibebaskan.

Berikut panduan untuk mengikuti kronologi penemuan anak macan tutul yang tersesat di rumah warga Sukabumi:

  • Hendi alias Gocci (58) mendengar suara keributan di belakang rumahnya. Ia sempat mengira yang membuat keributan itu adalah anjing.

  • Setelah mengetahui ada anak macan tutul yang tersesat, Hendi lalu melapor ke Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP). Petugas gabungan lalu mengevakuasi anak macan tutul tersebut.

  • Setelah dievakuasi, anak macan tutul itu diidentifikasi jenis kelamin dan usianya. Ia juga diduga lepas dari induknya saat berada di Hutan Purbawati.

  • Menurut dokter hewan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Wahyu Hananto, ada beberapa kemungkinan macan tutul itu datang ke daerah pemukiman warga. Salah satunya pasokan makanan di habitatnya yang berkurang.

  • Setelah mendapatkan perawatan yang cukup, macan tutul itu akhirnya dilepasliarkan di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Selabintana, Kamis malam 17 Mei 2018.

  • Sikap kooperatif warga membuat seekor macan tutul jawa (panthera pardus melas) berhasil dievakuasi, hingga dilepasliarkan pada Kamis malam, membuat petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengapresiasi hal tersebut.

  • Rupanya, jenis macan tutul yang lepas dan tersesat itu, populasinya di Indonesia hanya tinggal 25 ekor.