Sekantong Uang Koin dari Driver Gojek untuk Bos Taksi Malaysia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa pengemudi Ojek Online mengumpulkan uang koin untuk mendatangkan Shamsubahrin ke Indonesia. Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa pengemudi Ojek Online mengumpulkan uang koin untuk mendatangkan Shamsubahrin ke Indonesia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

Ratusan pengemudi Gojek berunjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia dan meminta bos perusahaan taksi di Malaysia, Shamsubahrin Ismail, datang langsung ke Indonesia dan menyampaikan permintaan maaf.

Tak ingin lepas tangan begitu saja akan permintaan mereka, para pengemudi ojek online ikut 'menyiapkan' ongkos untuk pendiri Big Blue Taxi itu agar datang ke Indonesia. Mereka sengaja mengumpulkan uang koin ke dalam sebuah plastik.

Nantinya, kantong-kantong koin itu akan diserahkan langsung ke Kedubes Malaysia, lalu berharap diberikan ke Shamsubahrin.

Demonstasi driver Gojek di Kedubes Malaysia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

"Siapa yang mau ngasih koin lagi? Kita kumpulkan koin ini biar dia datang ke Indonesia, kita kasih ongkos," ujar Koordinator Anak Garuda Sakti Driver Gojek Indonesia, Billy Kurniawan, di depan Kedubes Malaysia, Jakarta Selatan, Selasa (2/9).

Belum diketahui berapa banyak uang koin yang terkumpul. Namun, Billy mengklaim hasilnya cukup untuk mendatangkan Shamsubahrin ke Indonesia.

“Ini mau dihitung nggak? Enggak usahlah kelamaan, yang penting cukup,” kata seorang demonstran serambi mengangkat kantong koin tersebut.

Para driver Gojek ini meminta Shamsubahrin datang langsung ke Indonesia lantaran tak terima dihina oleh pria Malaysia itu.

Massa pengemudi Ojek Online mengumpulkan uang koin untuk mendatangkan Shamsubahrin ke Indonesia. Foto: Darin Atiandina/kumparan

“Kami driver Gojek Indonesia menuntut agar Shamsubahrin Ismail meminta maaf atas sikap dan ucapan kepada kita driver Gojek. Pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya secara langsung,” tutur Billy.

Shamsubahrin Ismail sebelumnya dalam sebuah video menghina pengemudi Gojek dan menyebutnya sebagai orang miskin dan tidak memiliki masa depan. Dia juga menyebut ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia.

Ucapan Shamsubahrin lalu viral dan mendapat respons keras dari sejumlah pihak, salah satunya dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia.

Pantauan kumparan, hingga saat ini belum ada respons dari Kedubes Malaysia. Satu per satu massa juga terlihat mulai membubarkan diri.

embed from external kumparan