Sekjen MUI soal Dorongan Fatwa Ganja untuk Medis: Harus Sesuai Ketetapan Syariah

28 Juni 2022 17:48
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. Foto: Bayu Prasetyo/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. Foto: Bayu Prasetyo/ANTARA
ADVERTISEMENT
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan merespons dorongan Wapres Ma'ruf Amin terkait fatwa penggunaan ganja untuk medis. Menurutnya, membuat atau merumuskan fatwa agama bukanlah hal mudah.
ADVERTISEMENT
Apalagi penggunaan ganja dilarang baik secara hukum dan agama. Sehingga dalam menyusun fatwa terkait ganja untuk penggunaan medis, butuh mendengarkan banyak pendapat dari berbagai pihak.
"Dalam menggunakan ganja tidak bisa dipisahkan dari Maqashid Asy-Syariah (tujuan ketetapan syariah), di antaranya ialah Hifzhun-Nafs yakni memelihara diri atau jiwa manusia agar terhindar dari bahaya," ujar Amirsyah saat dihubungi wartawan, Selasa (28/6).
"Apabila disalahgunakan, hukum daun ganja menjadi terlarang misalnya kalau daun ganja itu dilinting, lalu dibakar dan diisap seperti rokok, maka itu merupakan bentuk penyalahgunaan yang dilarang. Karena dapat menimbulkan efek yang membahayakan, pemakai menjadi mabuk, hilang ingatan, dan merusak akal," sambungnya.
Amirsyah kemudian menjelaskan kaidah yang dipakai dalam menentukan fatwa. Yaitu 'Laa dhoror walaa dhiror' (tidak boleh menimbulkan atau menyebabkan bahaya bagi diri sendiri, dan tidak boleh pula membahayakan orang lain) dan 'Adh-dhororu yuzal' (bahaya itu harus dihilangkan).
ADVERTISEMENT
Dua kaidah itulah yang menjadi landasan utama untuk kemaslahatan bersama dalam kehidupan. Termasuk nantinya dalam urusan penerbitan fatwa baru terkait penggunaan ganja untuk medis.
Sebagai contoh penggunaan narkotika atau morfin, dalam kedokteran itu diperbolehkan seperti dalam tindakan operasi, untuk membius pasien agar tidak merasa sakit saat dioperasi. Tetapi kalau untuk mabuk-mabukan, maka hukumnya menjadi haram. Dalam hal ini termasuk kategori penyalahgunaan narkotika, dan hukumnya jelas haram.
-Sekjen MUI Amirsyah Tambunan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin.  Foto: KIP/Setwapres
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: KIP/Setwapres

Tolong Anakku Butuh Ganja Medis

Penggunaan ganja untuk medis kembali diperbincangkan setelah seorang ibu bernama Santi membentangkan spanduk bertuliskan 'Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’ dalam kegiatan Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Minggu (26/6), viral.
Ibu tersebut meminta pemerintah melegalkan ganja untuk medis demi mengobati anaknya yang menderita cerebral palsy.
Wapres Ma'ruf Amin pun mendorong MUI membuat fatwa baru terkait penggunaan ganja untuk medis. Diharapkan, fatwa itu menjadi pedoman untuk pengecualian penggunaan ganja di dunia kesehatan.
Selain mengatur soal pengecualian penggunaan ganja bagi dunia medis, fatwa baru MUI itu juga diharapkan Ma'ruf dapat memberikan informasi dan klasifikasi lengkap kepada masyarakat luas terkait varietas dari ganja.
ADVERTISEMENT
"Ada berbagai klasifikasi, saya kira ganja itu ada varietasnya, nanti supaya MUI membuat fatwa berkaitan dengan varietas-varietas ganja itu," kata Ma'ruf.
Terkait penggunaan ganja, tercatat ada puluhan negara di dunia yang membolehkan ganja untuk digunakan bagi kepentingan medis. Australia, Belanda, Jerman, hingga Turki menjadi negara yang melegalkan penggunaan ganja bagi dunia medis.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020