Siapa Saja yang Bisa Ikut Rapid Test Massal di Jabar?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meninjau Stadion Patriot Bekasi yang akan dijadikan sebagai lokasi rapid test massal COVID-19. Dalam pernyataannya, Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar sudah menyiapkan total 3 stadion untuk rapid test massal.
Tiga tempat itu yakni Stadion Patriot (Chandrabhaga) Bekasi, Stadion Pakansari, dan Stadion Jalak Harupat Bandung. Rencana rapid test paling cepat Selasa (24/3).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan tidak bisa warga Jabar tiba-tiba datang minta dites. Ada tiga tahap rapid test. Tahap satu itu adalah prioritas.
"Kriteria warga yang dites pada tahap satu adalah semua pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Kemudian, 50 orang terdekat yang sempat melakukan kontak fisik dengan PDP dan ODP akan dites, termasuk warga yang berkontak fisik dengan pasien positif COVID-19," kata Kang Emil dalam keterangannya, Minggu (22/3).
"Kriteria kedua adalah petugas kesehatan dan kriteria ketiga adalah warga yang profesinya banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti lurah, camat, kiai, ulama," tambah dia.
Kang Emil menuturkan, tidak mungkin semua warga dapat diperiksa dalam tahap satu ini. Sebagai contoh, di negara Korea Selatan yang memiliki 45 juta penduduk hanya 200 ribu orang yang dilakukan rapid test virus corona.
"Jadi, ada kriterianya tidak dites semua. Tetapi, setelah tahap satu selesai, seiring dengan datangnya alat tes yang lebih banyak, masuk ke tahap dua yaitu masyarakat yang ingin dites," ucap dia.
Mantan Wali Kota Bandung itu mengatakan, rapid test merupakan metode pemeriksaan untuk melacak virus corona dengan mengambil sampel darah yang akurasinya mencapai 95 persen. Hasil rapid test dapat diketahui dalam waktu 10 menit.
Kemudian, jika ada warga yang positif COVID-19 dari hasil rapid test, warga itu akan dites kembali dengan metode PCR dengan mengambil sampel lendir di hidung dan tenggorokan.
"Kalau dia negatif silakan pulang, tapi kalau positif kita tes lagi oleh metode PCR, kalau betul-betul positif tim akan membawanya ke rumah sakit," ujar dia.
Sementara terkait teknis pelaksanaan rapid test nanti, dia mengatakan masih terus dibahas oleh Forkopimda Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, termasuk mendata warga.
------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
