Sohibul Iman Ceritakan Awal Rangkulan Kebangsaan dengan Surya Paloh

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Presiden PKS Sohibul Iman menceritakan awal mula pertemuan dengan Ketum NasDem Surya Paloh beberapa waktu lalu. Dia menceritakan pertemuan berawal saat Surya Paloh menduga PKS disusupi orang radikal.

Sohibul kemudian meminta Surya membuktikan dugaan yang disampaikan saat bertemu di gedung DPR tersebut.

"Awal perbincangan saya sampai terjadi rangkulan kebangsaan dengan Bang SP itu adalah justru dari obrolan dari beliau. Jadi dalam satu acara di DPR beliau sampaikan kepada saya, 'Dinda Abang ini tahu orang-orang kita banyak di PKS dan Abang suka dengan itu cuma Abang tidak suka kalau mereka sudah radikal'," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11).

Ketika itu, Sohibul langsung meminta Surya Paloh menunjukkan siapa orang radikal yang berada di internal PKS. Dia menjamin orang tersebut bukan bagian dari PKS.

"Saya langsung koreksi pada beliau 'Bang tolong jangan sembarang bicara, kalau Abang mendengar orang radikal kemudian diidentifikasi orang PKS, silakan lapor kepada saya, nanti saya akan lacak saya berani menjamin bahwa yang radikal itu pasti bukan PKS'," kata dia menirukan ucapannya ke Surya Paloh.

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh (ketiga kanan) berjabat tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (ketiga kiri) saat pertemuan di DPP PKS, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Ia menjelaskan, sejak awal terbentuk, PKS ingin menjadi kanal moderasi bagi pihak yang memiliki kecenderungan radikal. Hingga akhirnya, kata dia, Surya Paloh tak dapat membuktikan dugaan itu.

"Saya sampaikan justru PKS bertekad dari awal itu ingin menjadi kanal moderasi dari kecenderungan radikal kaum muda terutama. Dan sampai saat ini setiap yang masuk kenapa mereka semuanya menjadi moderat saya tunggu, kata Bang Surya, 'nanti saya sampaikan', sampai sekarang belum ada," ucap Sohibul.

"Sampai saya ketemu lagi, sampai paling akhir pertemuan yang informal itu di pernikahan putra Pak Jokowi, beliau bicara begitu lagi, tapi saya tantang lagi ada enggak Abang punya bukti itu. Beliau enggak bisa, tidak menemukan itu. Dari situlah kemudian terjadi pertemuan semi formal, kita launch bersama," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan partainya tak memiliki hubungan dengan radikalisme. Sohibul mengatakan partainya berkomitmen terhadap ideologi Pancasila.

"Kan tidak berarti di kanan itu radikalisme, jadi tentu tidak ada hubungannya dengan posisi kita. Radikalisme adalah sikap yang tidak berhubungan dengan itu, kami menolak. Kami juga komitmen tentang bendera Merah Putih, Indonesia Raya, Sumpah Pemuda, bahkan proklamasi kemerdekaan. Itu semua dasar konsensus kita dalam bernegara, bagi PKS sudah final, sudah selesai kita tidak memperbincangkan itu," tutup dia.

kumparan post embed