Sopir Ojol hingga Ibu Rumah Tangga Keluhkan Harga BBM Naik: Beban Makin Berat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di SPBU Kemanggisan, Jakarta Barat, usai kenaikan BBM terlihat kondusif, Sabtu (3/9/2022). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di SPBU Kemanggisan, Jakarta Barat, usai kenaikan BBM terlihat kondusif, Sabtu (3/9/2022). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi yang berlaku mulai hari ini pukul 14.30 WIB. Harga jenis BBM yang dinaikkan yakni pertalite menjadi Rp 10.000, pertamax menjadi Rp 14.500 dan solar Rp 6.800.

Akibat kenaikan harga BBM, sejumlah SPBU di ibu kota terlihat ramai sebelum BBM resmi naik pada pukul 14.30 WIB. Seorang pengemudi ojek online, Rudi, mengeluhkan kenaikan harga BBM yang baru.

Rudi mengatakan harga BBM yang baru sangat memberatkan bagi tukang ojek online, terutama jika sedang sepi orderan.

Suasana di SPBU Kemanggisan, Jakarta Barat, usai kenaikan BBM terlihat kondusif, Sabtu (3/9/2022). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

"Memberatkan harganya terlalu tinggi. Buat ojol berat apalagi kalau sepi," kata Rudi di SPBU daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, Sabtu (3/9).

Rudi pun berharap pemerintah kembali mempertimbangkan kenaikan harga BBM. Ia meminta pemerintah membatalkan kenaikan tersebut.

"Lebih baik dibatalkan (kenaikan BBM). Kasihan ojol," sebut dia.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga mengaku kenaikan BBM ini memberatkan bagi keluarga. Apalagi, harga kebutuhan pokok tengah naik.

Suasana di SPBU Kemanggisan, Jakarta Barat, usai kenaikan BBM terlihat kondusif, Sabtu (3/9/2022). Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

"Beban makin berat. Harga telur lagi naik," keluh sang ibu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah telah berusaha melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Namun, ternyata subsidi BBM 2022 telah meningkat 3 kali lipat.

Namun ia ingin memastikan harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau.

"Tapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152 triliun ke Rp 502,4 triliun, dan itu akan meningkat terus dan lagi, lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu yaitu pemilik mobil pribadi," kata Jokowi.