Sosok Eri Cahyadi, Kandidat Cawalkot Surabaya dari PDIP Selain Whisnu

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan segera turun tahta setelah 10 tahun memimpin kota pahlawan. Berbagai nama kandidat pun mencuat di Pilwalkot Surabaya 2020 mendatang dan menjadikan ajang tersebut perhatian publik.

Saat ini, baru ada satu kandidat yang sudah resmi maju. Yaitu mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, yang diusung oleh 8 partai politik sekaligus; PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra, dan PKS.

Sisanya, PDIP dan PSI, masih belum menentukan siapa calon yang akan mereka usung. Namun, sebagai partai dengan pemilik kursi terbanyak, 15 kursi, PDIP bisa mengusung calonnya sendiri di Pilwalkot Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapeko) Surabaya, Eri Cahyadi. Foto: Nuryatin Phaksy Sukowati/kumparan

Proses pentuan pasangan cawalkot dan calon wakil wali kota Surabaya oleh PDIP masih alot. Pengumuman paslon yang sedianya dilakukan hari ini batal dilakukan. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada 15 nama yang digodok sebagai paslon di Pilwalkot Surabaya.

Mulai dari kader PDIP yang juga wakil wali kota Surabaya saat ini Whisnu Sakti Buana, kader PDIP lain seperti Armuji hingga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Whisnu merupakan calon kuat di internal PDIP. Namun, belakangan nama Eri Cahyadi juga ikut menguat.

"Kita melihat bahwa di dalam proses penjaringan dan pemetaan nama yang dilakukan DPP, nama Mas Eri memang masuk di dalam proses itu," kata Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (28/8).

Jika dilihat dari survei yang dipaparkan ITS, Februari lalu, paling tidak ada lima nama dengan elektabilitas paling tinggi. Pertama adalah Whisnu Sakti Buana dan kedua adalah Eri Cahyadi.

Siapakah Eri Cahyadi?

Eri bisa dibilang merupakan orang kepercayaan Risma. Pria kelahiran Surabaya, 27 Mei 1977 itu mengawali karier menjadi PNS di Dinas Bangunan Kota Surabaya pada 2001 silam.

kumparan post embed

Karier Eri, yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Sipil ITS, itu terus moncer. Puncaknya, ia lalu diberi amanah untuk menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang.

Di tahun 2018, Eri mengemban jabatan baru. Ia ditunjuk menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya dan pelaksana tugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).

Rekam jejak Eri ini bisa dibilang tidak terlalu berbeda dengan Risma sebelum menjadi kader PDIP. Sebelum masuk partai, Risma juga banyak menjabat di bidang pembangunan di Pemkot Surabaya.

Tak hanya itu, peluang Eri untuk maju di Pilwalkot Surabaya semakin besar saat ia mendapatkan dukungan dari anak sulung Risma, Fuad Bernardi. Bahkan, Fuad ikut aktif menggalang dukungan bagi Eri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di dapur umum pemkot Surabaya, Jumat (29/5). Foto: Dok. Istimewa

"Bersama Bu Risma, banyak program yang dikawal Pak Eri, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur untuk warga, membuka lapangan kerja, hingga program sosial untuk warga kurang mampu," kata Fuad beberapa waktu lalu.

Fuad juga mengaku siap jika ia ditunjuk oleh PDIP untuk mendampingi Eri. Namun, menurut Fuad, sebagai kader partai, ia akan siap jika harus ditunjuk mendampingi siapa pun calon yang disiapkan PDIP.

"Kalau memang dari DPP PDIP menginstruksikan saya mendampingi Mas Eri ya, saya sebagai kader partai harus siap," tuturnya.

Dukungan untuk Eri juga mengalir dari masyarakat setempat. Saat Eri diundang oleh Bawaslu Surabaya, Februari lalu, ia dikawal sekitar 200 orang yang meneriakkan yel-yel 'Eri Jadi, Risma Selamanya'.

embed from external kumparan

Sumber di internal PDIP menyebut, sempat ada skenario mengawinkan Whisnu dan Eri Cahyadi di Pilwalkot Surabaya. Kombinasi ini dinilai tepat karena menggabungkan kader internal dan eksternal.

Namun, ada pula internal PDIP yang menginginkan Eri menjadi cawalkot Surabaya, bukan calon wakil wali kota Surabaya. Wacana ini mendapat resistensi dari pengurus PDIP Jatim.

Lalu siapakah yang akhirnya dipilih PDIP sebagai cawalkot pengganti Risma?

Hasto menyebut Megawati sudah membuat keputusan soal siapa yang akan diusung di Pilwalkot Surabaya. Namun, pengumuman siapa yang diusung tinggal menunggu momentum yang tepat.

"Karena itulah politik yang ada seninya, ini politik yang ada momentumnya, ini politik yang ada element of surprise-nya, ini politik yang ada kesabaran revolusionernya," jelas Hasto

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan