Tajikistan Tak Akan Akui Pemerintahan Eksklusif Taliban di Afghanistan
·waktu baca 2 menit

Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon, pada Rabu (25/8), menegaskan negaranya tak akan mengakui Pemerintahan Afghanistan yang eksklusif dan tidak merepresentasikan seluruh kelompok etnis.
Bahkan, Tajikistan menuding Taliban gagal memenuhi janjinya dalam membentuk pemerintahan yang inklusif.
Pernyataan itu disampaikan Rakhmon pada rapat dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi. Qureshi saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke negara-negara di Asia Tengah termasuk Tajikistan.
“Fakta-fakta menunjukkan bahwa Taliban mengingkari janji-janji awalnya untuk membentuk pemerintahan sementara dengan partisipasi luas dari kekuatan politik lainnya di Afghanistan, dan tengah bersiap-siap membentuk sebuah imarah Islam,” ujar Rakhmon dalam keterangannya, dikutip dari Reuters.
“Tajikistan tidak akan mengakui pemerintahan lainnya yang akan dibangun di negara itu lewat penindasan, dan tanpa memikirkan posisi seluruh masyarakat Afghanistan, terutama etnis minoritas,” lanjutnya.
Afghanistan memiliki belasan kelompok etnis yang beragam. Dikutip dari NPR, setidaknya ada 14 kelompok etnis yang diakui di Afghanistan.
Kelompok etnis dengan jumlah terbesar adalah Pashtun, yakni hingga 40 hingga 50 persen dari total penduduk Afghanistan. Taliban sendiri dimulai dan didominasi oleh orang-orang Pashtun.
Selain itu, kelompok etnis Tajik berjumlah 25 persen dari total populasi, kemudian Hazara dan Uzbek sebesar 9 persen. Sisanya adalah etnis lebih kecil seperti Nuristanis, Baloch, dan Turkmen.
Diketahui, pada Minggu (22/8), pimpinan Taliban menyelenggarakan pertemuan untuk membahas pembentukan pemerintahan baru Afghanistan. Salah seorang pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, turut hadir.
Seorang pejabat senior Taliban mengatakan kepada AFP Baradar akan bertemu dengan para pemimpin dan politisi untuk membentuk pemerintahan yang inklusif.
Hingga kini, masih belum diketahui hasil dari pertemuan tersebut. Taliban juga belum memberikan keterangan soal pemerintahan baru di Afghanistan secara publik.
Tajikistan adalah negara di Asia Tengah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Mengutip situs Kementerian Luar Negeri Tajikistan, kedua negara memiliki hubungan kerja baik yang sudah dibangun sejak tahun 1992 silam.
