“Tak Ada Teori Medis Bisa Jelaskan Air Mata Yana Zein”

Dokter spesialis mata Ninon Ruth dan Dokter Albert Sudharsono, dokter umum yang bekerja di Rumah Sakit PGI Cikini tak dapat menjelaskan peristiwa keluarnya air mata dari tubuh jenazah Yana Zein saat disemayamkan di rumah duka.
“Belum ada teori yang menjelaskan keluar air mata setelah meninggal. Bisa jadi karena memang dibasahi saat prosesi upacara, atau memang sesuatu yang bersifat nonmedis,” kata Albert kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (2/6).
[Baca juga: Krisdayanti Pasangkan Bulu Mata Terakhir ke Mendiang Yana Zein]
Dari sudut pandang kedokteran, air mata hanya bisa diproduksi bila organ tubuh --dalam hal ini adalah kelenjar air mata-- masih berfungsi.
Air mata, menurut dr. Albert Perki, umumnya menetes sebagai hasil produksi kelenjar air mata (lakrimalis) bila mata kering.
“Secara fisiologis, air mata itu diproduksi tubuh jika mata kering, karena bola mata tidak boleh kering. Kelenjar mata utama berperan sebagai sekresi basal atau normal, dan akibat refleks. Kalau seperti iritasi fisik, psikis, cahaya, itu sekresi refleks. Air mata konstan diproduksi agar bola mata selalu basah,” ujar Albert.
Dokter Ruth sependapat. Menurutnya, air mata berfungsi untuk membasahi mata. Maka yang “dipompa” adalah kelenjar air mata yang terletak di sisi atas mata. Sehingga, air mata hanya diproduksi bila kelenjar lakrimalis berfungsi dengan baik.
“Kelenjar air mata akan produksi dan keluarkan cairan (air mata) agar bola mata kita tetap basah, selama organ tersebut masih berfungsi (hidup),” kata Ruth.

Sejumlah pelayat melihat jenazah Yana Zein meneteskan air mata, dan berspekulasi tentang penyebabnya.
Yana kemarin Kamis (1/2) kembali ke pangkuan sang Khalik. Jasadnya dibalut cantik dengan gaun putih tulang. Ia tidur dalam peti jenazah putih.
Namun pagi tadi, terjadi keributan ketika peti jenazah akan ditutup. Ayah Yana, Nurzaman, muncul, dan hendak memakamkan anaknya secara Islam. Padahal pemakaman akan berlangsung secara Kristen.
[Baca juga: Fakta di Balik Kepergian Yana Zein]
Di tengah pertengkaran ayah dan ibu Yana --yang telah lama bercerai, pelayat melihat jenazah Yana meneteskan air mata.
Pengurus jenazah dari Rumah Duka Filemon, Manalu, mengatakan keluarnya air mata dari jasad Yana itu sesungguhnya normal dan alamiah.
“Jenazahnya kan belum lama meninggal, terus dimasukkan ke freezer. Jenazah memang biasa mengeluarkan air mata kalau tidak diformalin. Manusia kan 90 persen terdiri dari air,” kata Manulu yang telah mengurus lebih dari 80 ribu jenazah.
Apapun yang ada di balik tetes air mata Yana, sudah sebaik-baiknya manusia untuk mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan.
Rest in Peace, Yana.
