Target Penurunan 50 Persen Mobilitas Jakarta Belum Tercapai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Salah satu tujuan diberlakukan PPKM Darurat di Jakarta adalah untuk menurunkan mobilitas masyarakat sehingga penyebaran virus corona bisa terkendali. Targetnya mobilitas turun 30-50 persen, namun hingga kini belum tercapai.

"Survei menunjukkan kalau kita mau melandaikan kurva (kasus corona) ini maka mobilitas harus turun antara 30-50 persen, Jakarta belum sampai. Penurunan mobilitas di Jakarta baru di angka 20 persen," kata Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (14/7).

kumparan post embed

Sambodo menjelaskan, berdasarkan data Google Mobility, Facebook Mobility dan indeks cahaya malam pada awal PPKM Darurat yaitu tanggal 5 Juli, mobilitas masyarakat di Jakarta sempat turun 30 persen. Namun mobilitas kembali meningkat beberapa hari setelahnya.

"Tanggal 11 Juli itu penurunan mobilitas di bawah 20 persen sehingga kemudian warnanya hitam," kata Sambodo.

Untuk mencapai target penurunan mobilitas Ditlantas menambah titik penyekatan menjadi 100 titik. Sambodo meminta agar masyarakat bisa kooperatif tidak memaksa melewati penyekatan jika tidak penting.

"Mohon dipahami apa yang kami lakukan bersama TNI-Polri dan Pemda untuk kepentingan masyarakat, untuk turunkan COVID-19," kata Sambodo.