Teguh Prakosa, Eks Guru Olahraga yang Kini Maju Pilwalkot Solo Bersama Gibran

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bakal Calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bakal Calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Foto: Darin Atiandina/kumparan

PDIP resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilwalkot Solo 2020. Dengan majunya pasangan ini, otomatis bakal calon petahana, Achmad Purnomo, tersingkir dari kompetisi.

Padahal, sebelumnya, Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa mendaftarkan diri ke DPC PDIP Solo dalam satu paket. Saat Achmad Purnomo memutuskan mundur dari Pilkada Solo, Teguh Prakosa juga sempat menyatakan diri akan ikut mundur.

Saat itu, keduanya mantap mundur karena merasa tidak yakin jika Pilkada 2020 tetap digelar di bulan Desember. Sebab, menurut mereka, akan menyulitkan jika pilkada digelar di tengah pandemi corona.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Teguh Prakosa yang 'pindah pasangan' dari Achmad Purnomo ke Gibran Rakabuming Raka?

Mantan Guru Olahraga yang Terjun di Politik

Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa bersama Puan Maharani, Hasto Kristiyanto di DPP PDIP. Foto: Dok. PDIP

Teguh Prakosa merupkan pria kelahiran Surakarta, 10 November 1958 silam. Sebelum berkarier di dunia politik, siapa sangka, Teguh sempat menjadi tenaga pengajar.

Teguh tercatat sebagai guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo sejak tahun 1986. Setelah mengabdi selama 23 tahun, Teguh akhirnya pensiun dan memilih terjun ke dunia politik.

Melalui PDIP, Teguh berhasil menjadi anggota DPRD Surakarta periode 2009-2014. Ia lalu mencalonkan diri lagi dan terpilih menjadi Ketua DPRD Surakarta periode 2014-2019.

Di Pemilu 2019, sebenarnya Teguh terpilih untuk ketiga kalinya. Namun, jika ia memutuskan maju di Pilkada 2020, maka ia harus melepaskan jabatannya di DPRD Surakarta.

Kontroversi Pemilihan Calon PDIP di Pilwalkot Solo 2020

kumparan post embed

Teguh Prakosa sebenarnya mendaftarkan diri di Pilkada Solo 2020 sebagai bakal calon wakil wali kota, berdampingan dengan Achmad Purnomo. Spanduk keduanya bahkan sudah beredar di Solo sejak akhir 2019 lalu.

Keduanya diusung langsung oleh DPC PDIP Solo. Dalam aturan partai, setiap DPC PDIP berhak melakukan penjaringan tertutup jika perolehan suara di pemilu terkahir mencapai 25 persen.

Pada Pemilu 2019, DPC PDIP solo mendapatkan suara lebih dari 60 persen dengan perolehan 30 kursi di DPRD Solo. Dengan jumlah ini, mereka bisa mengusung sendiri Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Gibran Rakabuming di Solo usai minum bareng Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: kumparan

Namun, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, rupanya juga berminat menjajal karier di Pilkada 2020. Meski belum 3 tahun menjadi kader PDIP, namun Gibran mantap mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil kota Solo melalui DPP PDIP.

Dengan adanya dua kubu calon tersebut, keputusan siapa yang akan diusung PDIP di Pilwalkot Solo 2020 berada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kedua paket calon ini, lalu menjalani serangkaian tes untuk bisa terpilih.

kumparan post embed

Di tengah-tengah proses, Achmad Purnomo, yang masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo, berniat mundur dari kompetisi karena merasa tidak bisa mengikuti Pilkada 2020 di tengah situasi pandemi. Langkah Achmad ini lalu diikuti oleh calon wakilnya, Teguh Prakosa. Namun, permintaan keduanya ditolak oleh DPC PDIP.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, PDIP akhirnya memutuskan untuk memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota Solo yang akan diusung. Sebagai calonnya, PDIP memilih Teguh Prakosa untuk mendampingi Gibran.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan