kumparan
14 November 2019 20:55

Tifatul soal Partai Gelora: Silakan, tapi Jangan Ngacak-ngacak di Sini

Lipsus - PKS
Tifatul Sembiring. Foto: Antara
Partai Gelora hadir di perpolitikan Indonesia dengan susunan badan partai yang diisi oleh eks elite PKS, yaitu Anis Matta, Fahri Hamzah, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring mempersilakan siapa pun untuk membentuk partai, termasuk Partai Gelora. Namun, dia meminta agar para eks elite PKS itu tak mengacak-acak PKS.
"Ya seperti diketahui selama ini kan little bit-nya ada masalah sebagian kader, sebagian kecil kader tidak sampai satu persenlah ya, nol koma sekian persen yang mencoba membentuk partai baru. Silakan saja. Kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo, tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini," kata Tifatul di sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/10).
Eks Menkominfo itu meminta agar kader yang ingin bergabung dengan Partai Gelora mengundurkan diri dari PKS. Sebab, dia tak ingin nantinya ada kader yang bermain dua kaki.
ADVERTISEMENT
“Bagi saya pilihan bebas, tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu, terus merekrut kader-kader di dalam,” kata dia.
Dia juga menyinggung perekrutan Deddy Mizwar yang sebelumnya merupakan kader Demokrat. Menurutnya mekanisme perekrutan Gelora dari kader-kader partai lain memunculkan dampak internal partai itu.
Partai Gelora, POTRAIT
Konsolidasi pengurus partai Gelora bentukan Fahri Hamzah di Hotel Park Regis Arion, Kemang. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Dia lebih setuju dengan partai baru yang juga memiliki kader dari wajah-wajah baru. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat untuk menilai partai-partai baru tersebut.
"Buat yang baru seperti PSI misalkan kan fair ide-ide baru tokoh-tokohnya tokoh-tokoh baru. Ya monggo silahkan orang bebas kok berdemokrasi. Ini lagi lihat saja nanti didukung masyarakat atau tidak," tegasnya.
Partai Gelora diinisiasi oleh eks Presiden PKS Anis Matta yang kini menjadi Ketua Umum Partai Gelora. Selain Anis, ada Fahri Hamzah yang kini Waketum.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan