Tjahjo Harap ASN Punya Dana Pensiun Rp 1 M Lewat Iuran Tabungan di PT Taspen

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12).
 Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo berharap ASN punya dana pensiun hingga Rp 1 miliar.

Menurutnya, dana pensiun sebesar itu bisa didapat dari iuran tabungan bulanan yang dikelola PT Taspen mulai dari awal hingga akhir masa kerja ASN.

Penjelasan ini dijelaskan Tjahjo saat diskusi soal pengelolaan dana tabungan ASN dengan pihak Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan PT Taspen.

Ilustrasi PNS. Foto: Dok. Istimewa

Tjahjo membantah kabar yang menyebut dirinya mengusulkan ke Menkeu Sri Mulyani soal pemberian dana pensiun ASN senilai Rp 1 miliar.

"Hal ini pernah didiskusikan antara saya dengan Ketua Umum Korpri dan juga dengan pihak PT Taspen yang sekarang pada posisi sehat pengelolaan keuangannya. Jadi pembicaraan dengan PT Taspen tidak dengan Ibu Menteri Keuangan sebagaimana diberitakan media online," kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/2).

Melainkan ia berharap iuran tabungan ASN itu dikelola dengan baik oleh PT Taspen, sehingga nanti diharapkan ASN bisa mendapatkan hasil tabungannya dengan jumlah siginifikan.

"Syukur-syukur ASN yang pensiun dapat kompensasi tabungan pensiunannya sebesar Rp 1 miliar yang merupakan hasil dari iuran tabungan pegawai yang saat ini baru mencapai puluhan juta rupiah," ungkapnya.

MenPAN RB Tjahjo Kumolo usai Rapat Paripurna Tingkat Menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Tjahjo menganggap kondisi manajemen keuangan PT Taspen sedang sehat, sehingga pengelolaan iuran ASN bisa dilakukan dengan baik. Sehingga ia yakin pengelolaan iuran tabungan ASN bisa optimal.

Sebagai MenPAN RB, Tjahjo dalan menjabarkan visi Presiden Jokowi tak sekedar memikirkan penyederhanaan birokrasi, tapi juga memikirkan tunjangan dan tabungan ASN yang berguna saat pensiun nanti.

" Ya ASN yang dari awal kerja sampai akhir masa kerja dengan maksimal kerja dan dengan iuran bulanan yang diperhitungkan yang dikelola oleh Taspen, bukan BTN sebagaimana pemberitaan di sebuah media online bisa dikelola dengan baik, sehingga ASN mendapatkan dana tabungan pegawai yang diberikan Taspen secara maksimal syukur bisa mencapai 1 milyar," ujarnya.

Ilustrasi taspen. Foto: Instagram @taspen.kita

Sementara itu, Ketua Umum Korpri, Zudan Arif Fakrulloh, juga sempat menyinggung soal tunjangan hari tua ASN. Menurut Zudan, reformasi birokrasi tidak hanya memotong struktural birokrasi. Namun juga mulai membenahi kerangka regulasi, sistem karier, membenahi kesejahteraan, dan perlindungan hukum.

"Misalnya kami, Korpri menginginkan tunjangan hari tua PNS tidak lagi hanya Rp 70 juta, tetapi kita berharap ke depan tunjangan hari tua bisa mencapai Rp 1 miliar dan seterusnya. Percayalah bila bersama Korpri taat dan menurut arahan pimpinan Korpri ke depan kita bisa mewujudkan itu," kata dia.

Untuk membantu para ASN punya tunjangan hari tua yang layak, kata Zudan, pihaknya telah menggandeng PT Taspen dan seluruh anak perusahaannya untuk bekerja sama. Sehingga nanti ASN bisa mulai mendesain sistem pensiun dengan cara sendiri-sendiri sesuai besaran premi yang disetorkan setiap bulannya.

" Sejak mulai menjadi pegawai, ASN harus mendesain sendiri kebahagiaannya jangan sampai terlambat," katanya.

kumparan post embed