Tjahjo Kumolo Wafat: Komplikasi Paru; Merah Putih Selimuti Peti
·waktu baca 10 menit

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7). Berita duka ini dikonfirmasi oleh Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.
"Iya, benar meninggal dunia. Pukul 11.11 menit," kata Bambang Pacul pada kumparan.
Pacul mengatakan, Tjahjo meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Tjahjo memang telah dirawat sejak beberapa pekan terakhir. Ia meninggal dalam usia 64 tahun.
Apa saja faktanya? Berikut yang telah kumparan rangkum:
Tjahjo Kumolo Meninggal karena Komplikasi Paru
Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, Tjahjo meninggal dunia karena komplikasi paru-paru.
"Komplikasi paru," kata Masinton pada kumparan.
Hal yang sama juga sempat disampaikan anak Tjahjo, Rahajeng Widyaswari. Dia membeberkan Tjahjo menderita infeksi yang menyerang sampai ke paru-paru.
“Ada infeksi yang menyebar sampai ke paru-parunya,” kata Rajaheng saat dikonfirmasi, Minggu (26/6).
Dari RS Abdi Waluyo, Jenazah Tjahjo Dibawa ke Rumah Duka di Widya Chandra
Jenazah Tjahjo dibawa dari RS Abdi Waluyo ke rumah duka yang adalah rumah dinas Menteri PANRB di Jalan Widya Chandra. Jenazah Tjahjo dibawa menggunakan mobil jenazah Mabes TNI, dikawal mobil Patwal Polri.
Selanjutnya, jenazah Tjahjo disalatkan di Masjid Quba Kantor Kementerian PANRB Jl. Jenderal Sudirman Kav. 69 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Polri Kawal Iring-iringan Jenazah Tjahjo ke Kalibata
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, polisi siap memberikan pengawalan bagi rombongan iring-iringan jenazah Tjahjo.
"Kita akan berikan pengamanan pengawalan terkait keberangkatan jenazah dari rumah sakit ke Widya Chandra sampai ke TMP itu pemakaman secara lebih aman," ujar Zulpan saat dihubungi, Jumat (1/7).
Zulpan mengatakan, tidak ada rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas ketika jenazah Tjahjo dibawa ke TMP Kalibata. Zulpan hanya mengatakan pihaknya akan memberikan pengamanan maksimal.
"Untuk polisi tentunya akan memberikan pengamanan pengawalan terhadap jenazah dan iring-iringannya termasuk juga di tempat penguburan di TMP. Anggota sudah cukup paham sudah kita gelar di sepanjang jalur," katanya.
Tjahjo Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata
Setelah disalatkan di Masjid Quba, Kantor KemenPANRB, Jakarta Selatan, jenazah Tjahjo dibawa ke TMP Kalibata untuk dimakamkan. Pemakaman pun dilakukan secara militer.
“Jenazah dibawa ke Masjid Quba Kementerian PANRB untuk disalatkan, dirangkaikan dengan upacara persemayaman jenazah secara militer,” kata tim Humas KemenPANRB.
Bendera Merah Putih Selimuti Peti Jenazah Tjahjo dan Pratikno Akan Jadi Inspektur Upacara Pemakaman
Peti jenazah Tjahjo dibalut dengan bendera merah putih saat disemayamkan di rumah duka. Mensesneg Pratikno menjadi inspektur upacara dalam pemakaman Tjahjo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
"Kemudian yang jadi inspektur upacara di pemakaman adalah Mensesneg," kata Sekretaris KemenPANRB, Rini Widyantini, dalam konferensi pers di Masjid Quba.
Sementara Menkopolhukam sekaligus ad interim MenPANRB, Mahfud MD, menjadi inspektur upacara dalam pelepasan jenazah secara militer di Masjid Quba, Kementerian PANRB.
KemenPANRB dan PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Pantauan kumparan di Kantor KemenPANRB di Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlihat dilakukan pemasangan bendera setengah tiang.
Sementara itu, atas arahan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, seluruh kader hingga simpatisan diminta mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang.
"Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada seluruh kader, anggota, dan simpatisan Partai untuk memberikan penghormatan terbaik pada Almarhum dengan mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang di kantor-kantor partai," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Pengibaran bendera setengah tiang ini bakal berlangsung selama tujuh hari.
Hasto menyebut, Tjahjo merupakan kader terbaik partai PDIP. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin dengan kesabaran tinggi dan sangat penuh persahabatan.
“Beliau salah satu kader terbaik partai. Mas Tjahjo dikenal sebagai sosok pemimpin dengan kesabaran tinggi, santun, dan menampilkan kepemimpinan penuh semangat persahabatan dan menyatukan," ujar Hasto.
Profil Tjahjo Kumolo
Tjahjo meninggal dunia pada usia 64 tahun. Semasa hidupnya, perjalanan karier Tjahjo cukup moncer di dunia politik dan pemerintahan.
Dalam pemerintahan Presiden Jokowi, Tjahjo dipercaya memegang dua kementerian. Pada pemerintahan Jokowi periode pertama, Tjahjo ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.
Lalu, Tjahjo kembali dipercaya oleh Jokowi dalam pemerintahan periode keduanya dan ditunjuk sebagai MenPANRB hingga tutup usia.
Pria kelahiran Surakarta, 1 Desember 1957 ini juga merupakan politikus senior PDIP. Tjahjo tercatat pernah menjadi Sekjen PDIP pada tahun 2010. Lalu, ia pernah menjadi Ketua DPP PDIP dan Ketua Pemenangan Pemilu DPP PDIP.
Selain itu, Tjahjo juga pernah menjadi Ketua Fraksi PDIP DPR pada tahun 2004-2010, Sekretaris Fraksi PDIP DPR 2002-2023 dan Wakil Sekretaris Fraksi PDIP tahun 1999-2002.
Tjahjo juga pernah menjadi anggota DPR Fraksi Golkar pada tahun 1987 - 1992.
Tjahjo merupakan lulusan Fakultas Hukum Undip Semarang pada tahun 1985. Dia juga tercatat pernah mengambil kursus singkat di Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) tahun 1994.
Kondisi Tjahjo Kumolo Sempat Membaik Sebelum Meninggal
Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, Eriko Sotarduga, mengungkapkan kondisi Tjahjo sempat membaik saat dirawat di RS Abdi Waluyo.
"Jadi kami langsung ke RS memang teman-teman yang datang termasuk Pak Sekjen melihat kondisinya sebenarnya sudah berangsur lebih baik, tetapi, ya, itu sekali lagi kehendak Yang Maha Kuasa yang mengasihi beliau," ujar Eriko kepada wartawan.
"Beliau hari ini jam 11.10 dipanggil kembali dan juga beliau meninggalkan 3 putri dan putra dua," sambungnya.
Setelah mendapatkan kabar duka, Eriko langsung melayat ke RS Abdul Waluyo. Di lokasi, ia bertemu dengan putra Tjahjo untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.
Jokowi: Tjahjo Kumolo Pribadi Tenang dan Sederhana, Nasionalis Sejati
Presiden Jokowi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya MenPANRB Tjahjo Kumolo. Tjahjo meninggal dunia akibat komplikasi paru-paru yang dideritanya.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun saya atas nama pribadi, keluarga, bangsa dan negara menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya saudara kita sahabat kita Bapak Tjahjo Kumolo Menteri PAN-RB, hari ini Jumat 1 Juli 2022 pukul 11 lebih 10 menit di Jakarta," kata Jokowi dalam keterangan videonya yang diunggah Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan Tjahjo adalah sosok yang tenang dan sederhana. Selain itu, kata dia, politikus senior PDIP itu juga seorang nasionalis sejati yang mempunyai integritas tinggi.
"Pak Tjahjo adalah pribadi yang tenang dan sederhana, seorang tokoh teladan dan nasionalis sejati yang penuh integritas," kata dia.
Puan: Kontribusi Tjahjo Besar Bagi PDIP
Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengenang sosok Tjahjo sebagai figur yang berkontribusi besar bagi partainya, PDI Perjuangan.
“Di partai tentu saja sebagai sekjen pada saat PDIP di luar pemerintahan, tentu saja beliau harus bisa memberikan semangat kepada seluruh kader-kader PDIP dalam membangun negara walaupun kita di luar pemerintahan,” kata Puan.
Tak hanya itu, saat menjabat Mendagri, Tjahjo juga memiliki kontribusi dalam menyukseskan pemilu. Pun, menurut Puan, saat menjabat MenPANRB.
"Dan sebagai Mendagri beliau sudah berhasil bersama-sama dengan seluruh elemen bangsa mensukseskan Pemilu 2019,” tegas Puan.
“Di KemenPANRB tentu saja tugasnya belum paripurna karena masih ada 2 tahun pengabdiannya. Saya rasa bisa sama-sama ikuti apa yang beliau lakukan itu dapat bermanfaat bagi bangsa,” pungkas Puan.
Ma'ruf Amin Sebut Tjahjo Kumolo Menteri Rajin
Wapres Ma'ruf Amin memandang MenPANRB Tjahjo Kumolo sebagai sosok menteri yang rajin. Menurut Ma'ruf, Tjahjo selalu memberi laporan dalam bentuk buku saban rapat dengan Presiden dan Wapres.
"Beberapa waktu lalu saya selalu konsultasi dengan beliau dan beliau selalu memberi buku saya laporan-laporannya bentuk buku, rajin sekali. Setiap sidang kabinet ada buku beri ke saya, ke Pak Jokowi. Jadi report-nya dibuat dalam bentuk buku. Ada segini beberapa kali, jadi beliau bekerja," ujar Ma'ruf kepada wartawan di Kementerian PANRB.
Ma'ruf juga menilai kinerja Tjahjo tak perlu dipertanyakan lagi. Hal itu terlihat dari agenda rapat koordinasi terakhir yang digelar Kementerian PANRB untuk membahas Mal Pelayanan Publik.
Meski dalam kondisi yang kurang fit saat itu, kata Ma'ruf, Tjahjo masih memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menggelar rapat. Ma'ruf menghadiri rapat tersebut secara virtual.
JK Kenang Tjahjo Kumolo: Sangat Baik dan Teliti
JK mengungkapkan bahwa Tjahjo Kumolo merupakan sosok yang baik dalam bidang pekerjaan maupun sebagai teman.
"Baik dalam bekerja dalam pergaulan dalam kehidupan sehari-hari sangat baik karena itulah kita merasa sangat (kehilangan). Mudah-mudahan husnulkhatimah," kata JK di lokasi.
Kemudian, kata JK, Tjahjo juga sosok yang cekatan dan teliti dalam melaksanakan tugasnya. Apalagi sewaktu menjabat Menteri Dalam Negeri.
"Dalam bekerja waktu itu jabat Menteri Dalam Negeri melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dan sangat hati-hati dan teliti," kata JK yang menjabat Wapres saat Tjahjo menjabat Mendagri.
Menaker: Tjahjo Kumolo Sosok Bersahaja
Menaker Ida Fauziyah mengenang Tjahjo sebagai sosok yang lebih banyak bekerja daripada berbicara.
"Beliau enggak menunjukkan keseniorannya, enggak banyak bicara saya lihat. Tapi beliau saya tahu banyak bekerja," kata Ida di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Ida menuturkan, hal paling berkesan dari sosok Tjahjo adalah pribadi yang bersahaja. Politikus PKB ini mengaku mengenal Tjahjo cukup lama, sejak sama-sama duduk di DPR.
"Kebersahajaan beliau, ya, sangat bersahaja, saya kenal beliau, kan, sejak di DPR, bukan saja ketika saya jadi menteri. Tapi ketika di DPR saya kenal beliau," tuturnya.
Airlangga: Pak Tjahjo Pernah di Golkar, Mentor Banyak Orang Termasuk Saya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menganggap sosok Tjahjo Kumolo sebagai seorang kawan dan mentor yang baik.
Airlangga menilai kebaikan Tjahjo dilakukan pada semua orang. Airlangga merasakan kedekatan dengan Tjahjo khususnya saat sama-sama bertugas menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.
"Jadi almarhum Pak Tjahjo sebelum di PDIP pernah di Partai Golkar, menjadi salah satu mentor banyak orang termasuk saya," ujar Airlangga kepada wartawan.
"Dan selama di kabinet kami cukup dekat dan saling bertukar informasi dan juga tentu sangat membantu di dalam proses terkait dengan perubahan atau perputaran di ASN," sambungnya.
Moeldoko: Tjahjo Kumolo Tokoh Besar
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Indonesia kehilangan tokoh nasional yang memiliki komitmen besar untuk melakukan reformasi birokrasi.
"Yang jelas kita semua bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh besar, tokoh nasional, dan saya sangat tahu beliau dalam pengabdiannya sungguh-sungguh ingin memajukan aparatur negara yang unggul dan usaha keras beliau dalam upaya reformasi birokrasi," kata Moeldoko.
Di mata Moeldoko, Tjahjo juga merupakan sosok yang sangat rendah hati dan fokus terhadap tanggung jawab yang diembannya.
"Secara pribadi saya sangat dekat dengan beliau. Beliau seorang yang humble, beliau konsep dengan pekerjaan, konsepnya feature," tuturnya.
Sandiaga: Tjahjo Kumolo Politisi yang Membuat Kita Teduh
Menparekraf Sandiaga Uno mengenang Tjahjo sebagai orang yang baik. Sosoknya adalah tokoh panutan baik dari sisi politik maupun birokrasi. Dia pun melakukan banyak terobosan selama bertugas.
"Tapi yang terpenting adalah silaturahmi yang selalu hangat dan penuh kesejukan. Beliau adalah antitesa politisi yang membuat gaduh tapi beliau adalah politisi yang membuat kita teduh," ujarnya.
Dalam kenangan Sandiaga, sosok Tjahjo selalu lekat dengan senyuman. Senyumannya sejuk dan menentramkan.
"Beliau selalu dengan senyumnya sangat membuat suasana tentram sejuk dan kita akan kehilangan sekali sosok beliau. Semoga beliau husnul khatimah dan semoga yang ditinggalkannya diberikan kekuatan dan kesabaran," pungkasnya.
Kabasarnas Kenang Sosok Tjahjo Kumolo: Selalu Tersenyum, Sangat Humanis
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, menyebut Tjahjo sebagai sosok murah senyum dan sangat humanis terhadap orang di sekitarnya. Menurutnya, Tjahjo merupakan sosok yang kebapakan.
"Kalau dilihat beliau itu yang saya kenal sosok yang kebapakan dan dia tidak pernah terlihat, saya kenal beliau selalu tersenyum dan sangat humanis," ujarnya.
Salah satu kenangan yang berkesan buat Henri yakni pertemuan pertama mereka di Pekanbaru. Menurutnya, Tjahjo sosok yang sangat cepat memahami suatu hal.
"Saya berkenalan dengan beliau pertama saat saya jabat di komandan di Pekanbaru dan berdiskusi dan beliau bisa memahami secara cepat, bisa mengetahui hal-hal walaupun di saat itu berkenaan dengan beliau waktu itu sebagai Mendagri dan bisa berdiskusi," ungkapnya.
