TNI AL: Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Diduga Karena Faktor Alam

Pihak TNI AL menyampaikan pandangan mereka terkait insiden tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402. Pihak TNI AL mengatakan, kemungkinan tenggelamnya kapal selam itu terjadi karena faktor alam.
Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk meluruskan pemberitaan tentang KRI Nanggala-402 yang bersumber dari media dan opini pribadi sejumlah pengamat. Dikhawatirkan hal tersebut malah menimbulkan kerancuan dan kesimpangsiuran di masyarakat.
Saat kapal selam menyelam, yang paling berpengaruh adalah faktor arus bawah laut yang berbeda, tergantung kondisinya. Sehingga, sebelum awak kapal selam beroperasi, mereka melihat panduan untuk menyampaikan kondisi daerah tersebut, seperti faktor oseanografi maupun hidrografi.
“Faktor alam ini juga ada yang dinamakan internal solitary wave, yang berdasarkan informasi dari beberapa pakar dan ahli oseanografi, itu ada arus bawah laut yang cukup kuat yang bisa menarik secara vertikal. Jadi jatuhnya kapal ke bawah lebih cepat dari umumnya dan ini yang harus diwaspadai,” ujar Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) dan Komandan KRI Nanggala-402 yakni Laksamana Muda TNI Muhammad Ali dalam keterangan tertulis Dispen TNI AL, Rabu (28/4).
Senada dengan hal tersebut, Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal), Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, di perairan utara Bali menurut satelit Himawari-8 milik Jepang dan Satelit Sentinel milik Eropa, pada tanggal 21 April atau tanggal 20 UTC, terjadi internal wave yang bergerak dari bawah ke utara.
“Kalau kita terkena Internal Wave, maka itu adalah kehendak alam tentunya para prajurit tidak bisa melakukan peran kedaruratan walaupun mereka sudah siap berada di pos tempurnya masing-masing,” ucapnya.
Sementara Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan perhatian terhadap terjadinya musibah KRI Nanggala-402.
Namun TNI AL berharap ke depan kepada pihak-pihak yang memberikan pernyataan, agar dipertimbangkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak TNI AL.
“Prajurit TNI AL hanya sekadar melaksanakan tugas, semua kejadian ada Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur di atas sana, dan apa pun yang terjadi kami berusaha kami berserah diri atas kuasa-Nya,” tutup Wakasal.
