Tugas Ospek Maba Unnes Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Kampus
·waktu baca 2 menit

Mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengeluhkan beratnya tugas di kegiatan Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) atau ospek yang harus mereka ikuti.
Keluhan itu ramai dibicarakan di media sosial dan akhirnya menuai kecaman dari warganet. Sebab, penugasan yang dialamatkan kepada mahasiswa baru itu dianggap memberatkan.
Salah satu tugas yang mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat adalah unggahan video di TikTok dan Rap Challenge.
Ketua Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Tommi Yuniawan akhirnya buka suara terkait polemik penugasan tersebut.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Bahasa dan Seni itu mengatakan, tugas Tiktok dan Rap Challenge merupakan inisiatif dari mahasiswa yang menjadi panitia PPAK.
"Terkait adanya tugas-tugas yang trending saat ini merupakan kreativitas dari kawan-kawan panitia dari mahasiswa," ujar Tommi melalui keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (16/8).
Sebab, pihaknya hanya menugaskan mahasiswa baru untuk menyimak paparan materi dan membuat resume yang berkaitan dengan materi akademik.
"Tugas yang diberikan Panitia PKKMB hanya terkait ketuntasan pendalaman materi yang berhubungan dengan orientasi kampus utamanya materi akademik dan kemahasiswaan. Tidak ada tugas yang dirasa memberatkan dari Panitia PKKMB Universitas," jelas dia.
Selain itu, lanjut dia, Panitia PKKMB universitas juga telah meminta agar orientasi utama PKKMB adalah pengenalan kampus untuk mempersiapkan proses pembelajaran atau perkuliahan.
"Terkait tugas-tugas, Bidang Kemahasiswaan melalui Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Wakil Dekan Kemahasiswaan serta Ketua Panitia PKKMB selalu menyarankan kepada panitia mahasiswa agar tugasnya berorientasi akademik dan tidak memberatkan," kata Tommi.
==
