Turki Menahan 803 Orang Diduga Terkait Kelompok Gulen

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Fethullah Gulen (Foto: REUTERS/Selahattin Sevi)
zoom-in-whitePerbesar
Fethullah Gulen (Foto: REUTERS/Selahattin Sevi)

Otoritas Turki menahan 803 dari 1.000 orang yang dicurigai terkait dengan Fethullah Gulen, ulama yang saat ini bemukim di Amerika Serikat.

Reuters melansir, dari sumber keamanan mengatakan ini merupakan salah satu operasi penangkapan terbesar dalam beberapa bulan terhadap jaringan Gullen. Jaringan yang pada Juli tahun lalu diduga kuat melakukan upaya kudeta.

Perintah penahanan telah dikeluarkan untuk 1.000 orang, termasuk 803 orang yang ditahan. Operasi ini dilakukan di 81 provinsi di Turki.

Mereka yang ditahan akan dibawa ke ibukota Ankara.

Baca juga: Erdogan Mentahkan Kritikan Barat Soal Referendum Turki

Fethullah Gulen. (Foto:  REUTERS/Greg Savoy)
zoom-in-whitePerbesar
Fethullah Gulen. (Foto: REUTERS/Greg Savoy)

Baca juga: Nama "Sultan Erdogan" Menggema Usai Referendum

Setelah kegagalan kudeta pada bulan Juli tahun lalu, pihak berwenang menahan 40 ribu orang dan memecat atau menskors 120 ribu orang lainnya dari berbagai profesi termasuk tentara, polisi, guru dan pegawai negeri. Mereka dipecat atas dugaan keterkaitannya dengan kelompok Gulen.

Penahanan massal usai usaha kudeta tersebut didukung oleh banyak warga Turki. Mereka setuju dengan Presiden Erdogan yang menduga Gulen mendalangi pemberontakan yang menewaskan 240 orang, yang kebanyakan warga sipil.