Unisba Tangani 104 Mahasiswa yang Terluka Saat Demo Ricuh di Bandung

Demo mahasiswa bersama elemen masyarakat di depan Gedung Sate atau Pemprov dan DPRD Jabar pada Selasa (24/9) malam, berujung ricuh. Akibat insiden itu, 104 mahasiswa mengalami luka dan sempat ditangani di Universitas Islam Bandung (Unisba).
Bagian Medis Korps Sukarela (KSR) Unisba, Bagja Kautsar, mengatakan, 6 dari 104 mahasiswa yang terluka dirujuk ke dua rumah sakit, yakni RS Borromeus dan RS Sariningsih. Sebagian besar korban terluka karena terpapar gas air mata.
"Total 104 (korban). Yang dirujuk ke rumah sakit 6," kata dia ketika dikonfirmasi, Rabu (25/9).
Bagja menjelaskan korban yang terluka sempat mendapat penanganan awal di Aula Unisba. Menurutnya, para korban datang ketika waktu menjelang azan Asar.
Namun menurut Bagja, posko penampungan tak lagi bisa menampung mahasiswa yang terluka menjelang Isya. Sebab, situasi di lokasi unjuk rasa semakin tak kondusif dan logistik yang dimiliki petugas medis terbatas.
"Soalnya kita pun terbatas masalah logistik," ungkap dia.
Suasana demo mahasiswa di Bandung memanas sekitar pukul 20.10 WIB. Suasana makin mencekam saat massa melempar batu ke aparat.
Polisi sempat memberi peringatan sebelum mendesak massa untuk membubarkan diri. Petugas kepolisian melalui alat pengeras suara memberi peringatan kepada mereka yang berkumpul di depan Gedung Sate.
Namun demikian, imbauan tersebut dihiraukan massa. Mereka malah semakin maju mendekati gedung dewan dan melemparkan batu. Polisi pun menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah massa.
Dari kericuhan ini, polisi mengamankan 68 orang. Dari jumlah tersebut, polisi menetapkan 4 mahasiswa sebagai tersangka. Mereka jadi tersangka bukan karena kasus kerusuhan. Melainkan karena positif mengkonsumsi narkoba.
Keempatnya langsung ditahan karena positif menggunakan narkotika jenis ganja dan benzodiazepin atau sejenis obat penenang.
