Usai Rentetan Penembakan, Trump Bangun Ballroom Anti-Drone di Gedung Putih
ยทwaktu baca 3 menit

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan proyek ballroom baru Gedung Putih yang diklaim memiliki sistem keamanan tinggi, termasuk perlindungan anti-drone dan fasilitas militer bawah tanah.
Trump menunjukkan langsung lokasi pembangunan ballroom tersebut kepada wartawan di Washington DC, Selasa (19/5), di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan Gedung Putih usai serangkaian insiden penembakan di kawasan politik AS dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam tur singkat itu, Trump menyebut ballroom baru tersebut sebagai "hadiah" untuk AS.
"Ini adalah hadiah untuk AS," kata Trump, dikutip AFP.
Ia mengatakan proyek itu dibangun menggunakan dana pribadi serta bantuan para donor.
"Ini semua uang saya dan uang para donor. Tidak menggunakan pajak," ujarnya.
Bangun "Drone Empire"
Trump mengatakan ballroom baru Gedung Putih itu akan dibangun di atas enam lantai fasilitas bawah tanah.
Ia bahkan menyebut White House nantinya akan memiliki "kerajaan drone" atau drone empire untuk melindungi Washington.
"Di atap nanti kami akan memiliki kerajaan drone terbesar yang pernah ada dan itu akan melindungi Washington," kata Trump.
Menurutnya, area baru ballroom Gedung Putih nantinya akan dipakai untuk rumah sakit militer, ruang penelitian, hingga fasilitas pendukung keamanan nasional AS.
"Di bawah sini ada banyak ruangan berbeda. Mereka sedang membangun rumah sakit militer, fasilitas riset, ruang pertemuan, dan fasilitas lain yang berkaitan dengan militer," kata Trump.
Trump juga mengklaim bagian atap ballroom akan dibuat tahan terhadap serangan drone.
"Atapnya anti-drone. Drone akan memantul," ujarnya.
Dibangun Setelah Teror Beruntun
Pembangunan ballroom baru ini terjadi setelah kawasan politik AS diguncang beberapa insiden penembakan dalam satu bulan terakhir.
Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di kawasan National Mall dekat Washington Monument pada awal Mei, hanya beberapa menit setelah iring-iringan Wakil Presiden AS JD Vance melintas di area tersebut.
Pada April lalu, pria bersenjata lain juga sempat menerobos checkpoint keamanan saat gala media Gedung Putih berlangsung.
Terbaru, wilayah perimeter keamanan Gedung Putih juga jadi target seorang pria bersenjata dengan gangguan mental pada Sabtu (23/5) yang akhirnya tewas usai baku tembak dengan agen Secret Service.
Trump sebelumnya mengaku faktor keamanan menjadi salah satu alasan pembangunan ballroom baru tersebut.
Biaya Membengkak
AFP melaporkan biaya proyek ballroom itu kini mencapai USD 400 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun, naik dua kali lipat dari estimasi awal.
Ballroom tersebut dibangun setelah Sayap Timur Gedung Putih, area yang sebelumnya digunakan kantor Ibu Negara AS, dirobohkan.
Proyek itu menuai kritik dari Partai Demokrat yang menilai Trump tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi warga AS di tengah dampak perang Iran dan kenaikan biaya hidup.
