Vaksinasi di Jakarta Capai 8,7 Juta, tapi yang Ber-KTP DKI Baru 58,3%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak menerima vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19 khusus anak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (24/7).  Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak menerima vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19 khusus anak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (24/7). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menambah target vaksinasi. Sebelumnya, 8,8 juta kini menjadi 11 juta orang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria, dari total 8.771.557 dosis pertama vaksinasi, 40 persennya adalah dari warga KTP non Jakarta.

“Karena ternyata dari jumlah yang ada lebih dari 30 sampai 40 persen diisi oleh warga KTP non DKI,” kata Riza kepada wartawan, Jumat (13/8).

Hal inilah yang membuat Pemprov DKI Jakarta meningkatkan target vaksinasi. Dengan harapan, 70% warga ber-KTP Jakarta sudah divaksinasi sehingga herd immunity benar-benar terbentuk.

kumparan post embed

Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id per tanggal 12 Agustus 2021, baru ada 58,3 persen warga dengan KTP Jakarta yang telah melakukan vaksinasi, sedangkan yang belum melakukan vaksinasi mencapai 41,7 persen.

Di awal program vaksinasi berjalan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan vaksinasi kepada 8.815.157 orang hingga akhir tahun 2021.

Warga Ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Lalu, Presiden Jokowi memberi target kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bisa melakukan vaksinasi kepada 7,5 juta orang hingga akhir Agustus. Nyatanya, target itu sudah terlampaui pada 31 Juli 2021.

Jakarta tak berhenti sampai di situ. Target yang 8,8 juta ditambah lagi menjadi 8.941.211 orang divaksin hingga akhir tahun. Kini, target itu kembali ditambah menjadi 11 juta.

embed from external kumparan