Varian Corona India Meluas di Inggris, Pelonggaran Lockdown Terancam Batal
·waktu baca 2 menit

Badan Kesehatan Masyarakat Inggris atau PHE mengatakan, virus corona varian India (B.1617) atau yang disebut sebagai varian Delta, kini meluas di Inggris.
PHE menyatakan bahwa varian ini mungkin dapat meningkatkan risiko rawat inap pada pasien terpapar dibandingkan risiko yang ditimbulkan varian Inggris (B.117) atau varian Alpha.
Dikutip dari Reuters, Jumat (4/6), dalam laporan penambahan kasus mingguan terbaru, Inggris mencatat sebanyak 5.472 kasus infeksi varian India/Delta.
Total kasus varian ini menjadi 12.431 infeksi, melampaui jumlah kasus varian Inggris/Alpha yang sebelumnya merupakan varian dominan.
PHE menduga varian India ini jauh lebih menular dibandingkan varian Inggris.
Bahkan, sebelumnya Perdana Menteri Boris Johnson menegaskan, varian ini bisa menghambat rencana pelonggaran lockdown Inggris yang rencananya akan diberlakukan pada 21 Juni mendatang.
“Dengan varian ini [varian India] menjadi dominan di seluruh Inggris, kini sangatlah penting bagi kita untuk melanjutkan tindakan kewaspadaan, terutama selama kita mempelajari lebih jauh mengenai penularan serta dampak terhadap kesehatan,” ujar Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Jenny Harries.
Selain itu, PHE menyebutkan bukti-bukti awal menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan risiko perawatan intensif jika terpapar varian India alias Delta ini.
Meski begitu, PHE mengatakan mereka memerlukan data yang lebih lengkap untuk bisa memastikan kebenaran dari penemuan tersebut.
Lebih lanjut, menurut PHE, mereka menemukan adanya peningkatan laju pertumbuhan varian India/Delta ini dibandingkan dengan varian Inggris/Alpha. Namun, mereka tidak memberikan keterangan baru soal laju penyebarannya.
Varian Delta ini bisa jadi hingga 50 persen lebih menular dibandingkan dengan varian Alpha. Laju penyebaran varian Delta ini yang akan menentukan nasib kebijakan lockdown di Inggris pada 21 Juni mendatang.
