Varian Omicron Menyebar di Dunia, WHO Minta Vaksinasi Dipercepat
·waktu baca 2 menit

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) buka suara soal varian Omicron. Varian itu merupakan mutasi terbaru dari virus corona.
Menurut WHO, varian Omicron telah menyebar di seluruh dunia. Varian itu menciptakan potensi yang begitu besar akan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 dengan gejala berat di beberapa area.
Oleh karena itu, WHO meminta seluruh negara di dunia untuk mempercepat vaksinasi terhadap kelompok prioritas. Hal itu diyakini dapat mengantisipasi lonjakan kasus.
"Omicron punya mutasi spike yang belum pernah terlihat sebelumnya, beberapa yang kami khawatirkan dampaknya pada lintasan pandemi," ucap WHO seperti dikutip dari Reuters.
"Risiko global terkait varian baru ini berdasarkan penilaian kami adalah sangat tinggi," sambung mereka.
WHO menambahkan, sampai saat ini belum ada kematian yang disebabkan varian Omicron. Meski demikian, penelitian lebih lanjut mesti terus dilakukan untuk mengetahui varian Omicron.
Salah satu guna penelitian mendalam adalah untuk mengungkap, apakah varian ini bisa melawan imun hasil vaksin dan infeksi sebelumnya atau tidak.
"Penambahan kasus, terlepas dari keparahannya, memungkinkan permintaan terhadap akses sistem kesehatan akan sangat besar, ini bisa membawa pada peningkatan morbiditas dan mortalitas," ucap WHO.
"Dampaknya pada populasi rentan sangat besar terutama bagi negara dengan cakupan vaksin rendah," sambung mereka.
Afsel adalah negara yang pertama mengumumkan adanya varian ini pada 24 November. Varian ini juga ditemuan di sejumlah negara lainnya seperti Bostwana, Belgia, Israel, dan Hong Kong.
