Viral Kisah Wanita Bercadar Menikah Disaksikan Ayahnya yang Seorang Pendeta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
15
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mempelai bercadar, Cristin Natalia (21), dan sang Ayah yang seorang pendeta. Foto: Dok. Instagram.com/christin_natalia.ip
zoom-in-whitePerbesar
Mempelai bercadar, Cristin Natalia (21), dan sang Ayah yang seorang pendeta. Foto: Dok. Instagram.com/christin_natalia.ip

Cristin Natalia (21), perempuan yang baru saja melangsungkan pernikahannya pada 24 Mei 2021 lalu di Kota Berau, Kalbar, viral di TikTok.

Sebab, muslimah bercadar tersebut mengunggah video pernikahannya yang disaksikan oleh sang ayah yang merupakan seorang pendeta.

Dalam video itu, terlihat ayahnya hadir dalam prosesi akad nikah dan memberikannya pelukan. Cristin mengaku ada perasaan sedih dan haru, disebabkan sang ayah yang tidak dapat menjadi wali dalam pernikahannya.

"Salah satu hal terberat yang aku dan ayahku rasakan ketika ayahku bisa menikahkan anak orang lain di gereja. Tapi tidak bisa menikahkan putrinya sendiri dikarenakan perbedaan agama kami," tulis Cristin lewat akun TikTok @cristinnatalia.10.

Kepada kumparan, Cristin menceritakan lebih lanjut terkait cerita haru tersebut.

Awalnya, Cristin hanya dapat berkomunikasi lewat sambungan telepon karena sang ayah tinggal di Timika, Papua Barat, sementara Cristin menetap bersama ibunya di Kota Berau, Kalbar.

Ditambah situasi pandemi juga tidak memungkinkan untuk keduanya saling bertemu. Namun, di hari pernikahannya tersebut, sang ayah hadir untuk memberikannya kejutan.

Mempelai bercadar, Cristin Natalia (21), dan sang Ayah yang seorang pendeta. Foto: Dok. Instagram.com/christin_natalia.ip

"Saya sebenarnya ngga enak, kalau beliau datang juga ngga bisa jadi wali. Jadi kami cuma bisa sama-sama berdoa untuk diberikan yang terbaik. Tapi di hari H, ayah hadir memberi kejutan. Saya sangat bersyukur dan bahagia di hari itu," tutur Cristin.

Ia juga menuturkan, keduanya memang jarang bertemu, dikarenakan sudah hidup terpisah sejak Cristin masih usia 6 bulan. Kedua orang tua kandungnya itu kini juga sudah memiliki keluarga masing-masing.

Namun, Cristin menyebut, perbedaan agama tidak menghalangi keduanya untuk saling memberikan doa dan mengasihi satu sama lain.

Selama ini, sang ayah juga selalu memberikan pesan kepada Cristin untuk saling menghargai dan toleransi tanpa melihat perbedaan.

"Ayah saya, seorang pendeta, dan saya anaknya seorang wanita muslim bercadar. Ia berpesan dan berdoa yang terbaik. Pesan paling penting tetap menghargai orang, tanpa melihat suku ras dan agama, saling toleransi sesama manusia," tuturnya.

==

embed from external kumparan