Vladimir Putin Putuskan Akui Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk dari Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya sudah membuat keputusan terkait keinginan dua kota di Ukraina yakni Donetsk dan Luhansk yang ingin merdeka dan memisahkan diri.
Dua kota itu terletak di Ukraina timur atau bersebelahan dengan Rusia. Selain itu, dua kota ini sudah berada dalam genggaman kelompok separatis yang mendukung Rusia.
Putin mengatakan, dirinya akan mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk.
"Saya menganggap perlu untuk membuat keputusan yang seharusnya sudah dibuat sejak lama untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk," kata Putin dikutip dari Reuters, Selasa (22/2).
Keputusan itu semakin membuat Barat dan Amerika Serikat khawatir. Sebab, keputusan ini semakin memanaskan tensi Rusia dan Ukraina.
Menyikapi keputusan Putin, Uni Eropa memperingatkan sanksi dari blok 27 negara jika Rusia mencaplok atau mengakui wilayah yang memisahkan diri di timur Ukraina.
"Jika ada pencaplokan, akan ada sanksi, dan jika ada pengakuan, saya akan meletakkan sanksi di atas meja dan para menteri akan memutuskan," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.
Seiring dengan pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Lugansk dari Ukraina, maka Rusia bisa dengan leluasa mengirim dan menyiagakan pasukan militer di daerah tersebut.
Namun, keputusan itu akan semakin mempersempit jalur diplomatik untuk menghindari perang antara Rusia dan Ukraina.
Sebelumnya, 12 pejabat senior Rusia mendukung gagasan untuk mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk.
Tapi, dua dari mereka menyarankan untuk menunggu terlebih dahulu dan melihat apakah situasi sekarang sudah membaik atau tidak.
Pengakuan dua wilayah itu kemungkinan akan menggagalkan kesepakatan damai Minsk. Padahal, seluruh pihak termasuk Rusia mengatakan, perdamaian Minsk merupakan satu-satunya jalan untuk keluar dari krisis di Ukraina timur.
