Wagub Bali Dukung PPKM Level 3 saat Nataru Batal: Turis Bisa Lebih 20 Ribu/Hari
ยทwaktu baca 2 menit

Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace mendukung pembatalan penerapan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Menurutnya, PPKM level 3 sebaiknya diterapkan jika situasi COVID-19 di suatu wilayah sudah genting.
"Terima kasih telah dibatalkan PPKM level 3. Sebab PPKM level 3 sesungguhnya menggambarkan kondisi yang terjadi pada satu wilayah yang kriterianya sudah jelas, menyangkut jumlah penderita (COVID-19), angka kesembuhan (pasien COVID-19), BOR, dan sebagainya," kata Cok Ace saat dihubungi wartawan, Selasa (7/12).
Cok Ace sependapat dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal penerapan PPKM harus sesuai dengan situasi virus corona di Indonesia. Menurutnya, pengetatan syarat perjalanan dan membatasi kapasitas suatu wilayah adalah paling tepat dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.
"Kondisi yang kita khawatirkan terjadi saat Nataru adalah kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru. Oleh sebab itu upaya yang paling tepat dilakukan adalah pengetatan, antara lain syarat perjalanan, prokes, dan rasio kapasitas, baik di perjalanan, di fasilitas-fasilitas pariwisata, termasuk di objek -objek pariwisata, dan fasilitas perdagangan," ucap dia.
Di Bali, kata Cok Ace, sebaran kasus COVID-19 menunjukkan data yang stabil dengan tingkat positif harian rata-rata 5 kasus. Capaian vaksinasi bahkan sudah 101,45 persen untuk dosis pertama dan 86,60 persen untuk suntik dosis kedua.
Ia optimistis pembatalan PPKM Level 3 akan menggenjot kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Ia memprediksi lebih dari 20 ribu wisatawan domestik per hari bakal ke Pulau Dewata.
"Walaupun tahun ini tanpa kegiatan yang berlebihan pada malam tahun baru, saya yakin akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekitar 50 persen," katanya.
"Beberapa hari lalu Bali pernah menerima kedatangan, walaupun belum tentu semuanya adalah wisatawan, dengan jumlah 13 ribu lebih (per hari). Sehingga kalau terjadi peningkatan kita harapkan akan mendekati angka 20 ribu (per hari)," tambah dia.
Ia juga meminta seluruh masyarakat dan pelaku wisata untuk menaati aturan larangan perayaan malam tahun baru. Hal ini demi menjaga kepercayaan pemerintah pusat terhadap komitmen Bali mengendalikan kasus COVID-19.
"Kita berharap teman-teman pengusaha ikut menjaga, agar kepercayaan pemerintah, kita tidak sia-siakan," pungkasnya.
