Walkot Blitar: Uang Rp 400 Juta yang Dirampok untuk Cicil Bayar Utang Kampanye

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Blitar Santoso. Foto: Instagram/@santoso.blitar
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Blitar Santoso. Foto: Instagram/@santoso.blitar

Perampokan nekat di rumah dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi Nomor 18, Kota Blitar, masih menyisakan banyak pertanyaan.

Kasus perampokan dan penyekapan yang menimpa Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya, Feti Wulandari, pada Senin (12/12) masih ditangani Polda Jatim. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilaksanakan Polda Jatim.

Terkait uang sebesar Rp 400 juta yang dibawa kabur kawanan perampok, Santoso menyatakan bahwa uang tersebut miliknya pribadi.

Suasana rumah dinas Wali Kota Blitar usai peristwa perampokan. Foto: Dok. Bramanta Pamungkas

Uang di dalam tas yang berada di lemari kamar itu ternyata akan digunakan Santoso untuk mencicil utang kampanye pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Blitar pada 2020 silam.

“Betul. Jujur saja ya, saya ini, kan, pada waktu kampanye punya tanggungan yang harus saya selesaikan,” kata Santoso saat bercerita kepada wartawan di rumah dinasnya, Selasa (13/12).

Wali Kota Blitar Santoso saat ditemui di rumah dinas menjelaskan kronologi kejadian perampokan. Foto: Dok. Istimewa

Santoso mengaku tanggungan utang kampanye belum lunas, maka akhir tahun ini dia berencana mencicilnya. Sayangnya, belum sempat mencicil utang tersebut, perampok telah menggasaknya.

“Lha rencana saya, sehabis akhir tahun, saya mulai mencicil utang saya. Jadi utang saya karena belum lunas, saya harus mengumpulkan dari honor membuka acara dari kegiatan dan sebagainya,” kata politikus PDIP bergelar master pendidikan ini.

Penjelasan Polisi

Terpisah, Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan, kerugian material yang Santoso derita berupa uang Rp 400 juta dan perhiasan milik Feti yang ditaksir sekitar Rp 15 juta.

“Iya, uang pribadi. Sudah kami periksa dari keterangan korban,” terang Argo.

kumparan post embed

Santoso Dua Periode Pimpin Blitar

Santoso memasuki periode kedua memimpin Kota Blitar. Pada tahun 2016, dia terpilih sebagai wakil wali kota mendampingi Muhammad Samanhudi Anwar.

Tahun 2018, Samanhudi ditangkap KPK. Santoso kemudian menjadi wali kota definitif.

Pada Pilwali 2020, Santoso maju sebagai wali kota dengan menggandeng Tjutjuk Sunario menjadi wakil wali kota. Pasangan ini menang dan Santoso kembali dilantik menjadi Wali Kota Blitar pada 27 Februari 2021.

Infografik perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar. Foto: kumparan