Wamenhan: Pendidikan Militer Sifatnya Sukarela, Mahasiswa Enggak Minat Tak Apa

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi TNI Angkatan Darat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TNI Angkatan Darat. Foto: Shutter Stock

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono memastikan tak ada unsur paksaan dari rencana memasukkan pendidikan militer mahasiswa selama satu semester.

Trenggono menjelaskan, program pendidikan militer ini hanya bersifat sukarela bagi mahasiswa yang berkeinginan dan memiliki minat pada militer.

"Sifatnya adalah sukarela. Dan itu adalah satu diskusi yang (masih) kami bicarakan dengan Kemendikbud," ujar Trenggono dalam talk show Radio Elshinta, Rabu (19/8).

Wahyu Sakti Trenggono menjawab pertanyaan wartawan saat berada di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Ia mengungkapkan, jika mahasiswa berkeinginan mempelajari seluk beluk militer, maka mereka bisa memilih program ini sebagai sarana yang tepat. Kemenhan juga masih membahas wacana pendidikan militer ini bersama Kemendikbud.

"Itu bukan sesuatu yang harus, artinya masih ada pilihan. Kalau mahasiwa pengin, ya pengin belajar juga, pengin belajar disiplin itu kan bisa. Tapi buat mereka yang tidak berminat ya tidak apa-apa juga," ungkap Trenggono.

Menurutnya, memasukkan unsur militer ke dalam pendidikan tinggi bukanlah hal baru. Lewat program Merdeka Belajar yang digagas Kemendikbud, pihaknya mendapatkan respons positif terkait keinginan mahasiswa yang ingin ikut Bela Negara.

Ilustrasi mahasiswa di Yogyakarta. Foto: Deshana/kumparan

"Terkait program mahasiswa, memang kita pernah diskusi dengan Menteri Pendidikan. Di sana itu ada program namanya Merdeka Belajar. Nah, ketika diskusi soal Merdeka Belajar, apa boleh juga mahasiswa itu ngambil satu kegiatan untuk belajar tentang Bela Negara. Nah itu sangat bagus dan positif gitu ya," ungkap Trenggono.

Ia pun lalu mencontohkan program Bela Negara yang telah diterapkan di negara-negara lain. Bahkan, tak hanya mahasiswa, program ini bisa diikuti oleh unsur masyarakat sendiri.

"Sebetulnya tidak hanya untuk mahasiswa, Bela Negara kan semua milenial bangsa. Tidak hanya milenial termasuk yang dewasa pun harus punya jiwa bela negara. Karena kalau enggak ya kita ini kan harus ada yang kita banggakan di kancah internasional, kebanggaan kita sebagai warga bangsa," pungkasnya.

kumparan post embed

Kementerian Pertahanan dan Kemendikbud tengah menggodok rencana pendidikan militer bagi mahasiswa perguruan tinggi selama satu semester. Nantinya, program militer ini bisa dimasukkan ke SKS yang diambil mahasiswa tersebut.

Bahkan, jika mahasiswa yang mengikuti program ini dan lulus, maka ia akan mendapatkan gelar perwira cadangan.

"Kalau memenuhi syarat, saat lulus, selain mendapat kesarjanaan juga dapat menjadi perwira cadangan. Sifatnya sukarela."

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizar

embed from external kumparan

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona