Wamenhub Ungkap Pergeseran Liburan WNI dari Eropa ke Asia Imbas Konflik Timteng

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana saat menyapa para pemudik di Rest Area Losarang Indramayu, Rabu (26/3/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana saat menyapa para pemudik di Rest Area Losarang Indramayu, Rabu (26/3/2025). Foto: kumparan

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengungkapkan adanya pergeseran tujuan liburan masyarakat Indonesia.

Pergeseran ini akibat situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang memengaruhi jalur penerbangan internasional.

"Memang kemarin ada perpindahan tujuan itu. Teman-teman yang dulu mungkin mendaftarnya ke arah Eropa untuk liburan itu kemarin pada bergeser karena memang pesawatnya itu kan dapat alami zona larangan terbang. Jadi bergeser liburannya ke arah wilayah China, Jepang dan lain-lain," kata Suntana kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, pembatasan rute penerbangan akibat konflik membuat sejumlah maskapai harus menghindari wilayah udara tertentu, sehingga berdampak pada pilihan destinasi wisata masyarakat.

Penumpang pesawat berjalan keluar dari terminal kedatangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/3/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Meski demikian, Suntana memastikan kondisi penerbangan domestik tidak terdampak dan justru mengalami peningkatan.

"Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya. Ya karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet, pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini," ucap dia.

Terkait pembatasan penerbangan domestik seperti yang terjadi di Vietnam akibat kekurangan avtur, ia mengatakan pemerintah masih melakukan evaluasi untuk menjaga stabilitas layanan penerbangan.

"Kita sedang mengevaluasi berbagai langkah untuk menjamin, menjamin bahwa penerbangan kita kembali normal seperti biasa. Sebagai data saja sebenarnya penerbangan kita sejak sebelum Covid ini sudah kembali normal," kata Suntana.

"Nah, tapi ada beberapa langkah dan peningkatan animo. Nah kita lihat ketersediaan maskapai kita. Kalau maskapai kita memang belum cukup mungkin berbagai pola untuk memenuhi animo masyarakat akan dilaksanakan," pungkasnya.

Sejumlah warga berkunjung di Tembok Besar China, Sabtu (7/9/2024). Foto: Nadia Jovita Injilia Riso/kumparan