Waspada Penyebaran Corona saat Libur Long Weekend

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemacetan di Puncak saat long weekend, Minggu (16/8). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kemacetan di Puncak saat long weekend, Minggu (16/8). Foto: kumparan

Meski di tengah pandemi corona, namun rupanya hal ini tidak menyurutkan keinginan masyarakat Indonesia untuk bepergian saat long weekend libur tahun baru Islam. PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola jalan tol mencatat sebanyak 162.938 kendaraan meninggalkan Jakarta pada Rabu (19/8) lalu.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, mengatakan jumlah itu merupakan hasil kumulatif dari sejumlah gerbang tol utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

kumparan post embed

"Total volume lalin yang meninggalkan Jakarta ini naik 39,2% jika dibandingkan lalin normal," kata Heru dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (20/8).

Padahal, kerumunan saat libur panjang bisa memicu klaster penularan baru virus corona. Misalnya di Puncak, Bogor, yang macet total meski sistem satu arah sudah diberlakukan.

"Kami sudah memberlakukan one way yang diberlakukan dari Gerbang Tol Ciawi sampai dengan Rindu Alam. Untuk berlaku one way kita melihat kondisi di lapangan," kata KBO Lantas Polres Bogor Iptu Ketut Lasswarjana, kepada wartawan di lokasi, Kamis (20/8).

Suasana lalu lintas saat long weekend, di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/8). Foto: Dok. Istimewa
kumparan post embed

Hal serupa juga terpantau di Bandung, yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Arus lalu lintas di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami peningkatan hingga 40 persen pada hari pertama long weekend.

Namun, Pemkot Bandung tetap menyambut para wisatawan di tengah pandemi virus corona. Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, mengimbau kepada para wisatawan yang datang ke Bandung agar tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

"Ya, kita sama-sama menjaga keamanan agar virus COVID-19 tidak menjadi satu klaster baru penularan karena banyaknya pengunjung yang datang, jadi caranya kita sama-sama menjaga protokol kesehatan minimal pakai masker lah," kata dia ketika ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (20/8).

kumparan post embed

Sementara itu, suasana di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, saat long weekend tahun baru Islam pada Kamis (20/8), juga terpantau cukup ramai. Sejumlah orang terlihat memadati setiap sudut bibir pantai.

Bahkan, dari parkiran, mobil dan motor mengantre untuk masuk ke kawasan wisata itu. Puluhan petugas siaga di sejumlah titik, untuk mengawasi para wisatawan yang abai protokol kesehatan di tengah pandemi corona.

Mereka yang kedapatan tak mengenakan masker, disuruh putar balik untuk mengambil atau membeli masker terlebih dahulu. Jika rumahnya jauh atau keberatan putar balik, maka diberi hukuman push up sebelum akhirnya diberi masker oleh petugas.

Sejumlah bus terparkir di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
kumparan post embed

Libur panjang juga membuat jumlah orang yang datang ke terminal meningkat. Di Terminal Kampung Rambutan pada long weekend tahun baru Islam kali ini, peningkatannya hampir dua kali lipat.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Joni mengungkapkan pada Kamis (20/8) per pukul 08.00 WIB-14.00 WIB jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan sebanyak 456 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding Rabu (19/8) pada waktu yang sama yaitu sebanyak 290.

Lonjakan penumpang yang ingin pergi ke luar kota saat long weekend menggunakan transportasi umum juga terlihat di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Pada Rabu malam terjadi lonjakan penumpang sebanyak 745 orang. Sehingga total dalam satu hari ada 1.121 orang meninggalkan Jakarta melalui Terminal Pulogebang.

kumparan post embed

Terkait hal ini, Jubir pemerintah dan Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan saat menghabiskan waktu long weekend bersama keluarga. Apalagi, ada potensi munculnya klaster corona di tengah keluarga akibat libur panjang.

"Potensi klaster keluarga atau keluarga yang mengikuti kegiatan long weekend akan tidak terjadi apabila penyelenggara wisata, hotel, termasuk orangnya betul-betul menerapkan protokol kesehatan ketat," jelas Wiku saat konferensi pers update penanganan COVID-19 secara virtual, Kamis (20/8).

Wiku berharap protokol kesehatan benar-benar diterapkan masyarakat, sehingga momen long weekend tidak membuat kasus infeksi virus corona di Indonesia melonjak. Ia juga meminta kerja sama dari aparat di tempat wisata.

"Ini ujian bagi kita semua, semoga dengan menjaga betul-betul tidak terjadi lonjakan kasus dan penularan, mohon betul-betul disiplin, termasuk aparat di setiap daerah wisata," tutupnya.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: