WHO: 226.000 Orang di Benua Amerika Meninggal Akibat Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana lokasi pemakaman untuk pasien yang terinfeksi virus corona di pemakaman Vila Formosa, Sao Paulo, Brasil. Foto: REUTERS / Amanda Perobelli
zoom-in-whitePerbesar
Suasana lokasi pemakaman untuk pasien yang terinfeksi virus corona di pemakaman Vila Formosa, Sao Paulo, Brasil. Foto: REUTERS / Amanda Perobelli

WHO kembali menyampaikan data terkait jumlah korban meninggal akibat virus corona. Berdasarkan data yang diperoleh, hingga Rabu (24/6), tercatat 226.000 orang di benua Amerika meninggal akibat COVID-19.

"Ada lebih dari 4,5 juta kasus positif COVID-19 dan 226.000 kematian dilaporkan di Amerika," kata Direktur Regional WHO untuk Amerika Carissa Etienne dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).

Etienne mengatakan, benua Amerika merupakan wilayah terparah yang terdampak pandemi COVID-19. Selain itu, ia khawatir karena jumlah penambahan kasus di Amerika terus bertambah.

embed from external kumparan

Secara global, jumlah warga yang positif terjangkit corona kini mencapai 9.326.423 orang. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal menyentuh 479.310 jiwa. Kasus itu tersebar di ratusan negara termasuk Indonesia.

Amerika Serikat dan Brasil menempati urutan teratas dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Tercatat ada 2.366.961 kasus di Amerika Serikat. Sementara di Brasil, kini jumlah kasus positif mencapai 1.145.906 orang.

Tingginya kasus virus corona di kedua negara itu sebenarnya tidak mengejutkan. Sebab, masing-masing pemerintah di kedua negara itu dinilai tidak serius menangani pandemi virus corona.

kumparan post embed

Dimulai dari Presiden Donald Trump yang menolak menerapkan lockdown sejak pandemi COVID-19 masuk ke Amerika hingga berseteru dengan WHO. Bahkan Trump lebih sering menyalahkan China mengenai pandemi ini.

Begitu juga dengan Brasil. Presiden Jair Bolsonaro juga tidak mau mengikuti anjuran WHO. Ia juga menolak menggunakan masker hingga mendukung aksi demonstrasi menolak pembatasan dan penguncian wilayah.

Penanganan COVID-19 di Brasil semakin terpuruk setelah Menteri Kesehatan mereka mundur. Tak tanggung-tanggung, sejak pandemi melanda Brasil, sudah dua orang mengundurkan diri sebagai Menkes.

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona!