WHO Dirikan Yayasan Baru Demi Tambah Pendanaan Penanganan Virus Corona

Dampak penyetopan pemberian donasi dari Amerika Serikat kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kian terasa. Buntutnya, WHO mendirikan yayasan baru bernama WHO Foundation pada Rabu (27/5).
Yayasan itu dibentuk untuk menambah sumber-sumber pendanaan agar WHO tetap bisa melawan virus corona. Sebab, sejauh ini seluruh negara di dunia masih terus mencari obat dan vaksin untuk menghentikan virus mematikan ini.
Dikutip dari Reuters, Kamis (28/5), Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengelak pembentukan WHO Foundation akibat penghentian pemberian donasi dari Amerika Serikat.
Ia mengatakan, WHO sebenarnya sudah memiliki masalah dalam pendanaan sebelum adanya virus corona.
"(WHO) telah memperingatkan berkali-kali tentang pandemi dalam beberapa tahun terakhir. (Sejumlah) negara telah mengidentifikasi kesenjangan dalam kesiapan mereka untuk memerangi pandemi, tetapi pendanaan mereka tidak mencukupi," kata Ghebreyesus.
Ghebreyesus menuturkan, meski WHO memiliki anggaran tahunan mencapai USD 2,3 miliar, jumlah tersebut masih sangat kecil untuk membantu seluruh negara yang terdampak virus corona. Terutama rumah sakit di negara maju.
"Bahwa sumber pendanaan WHO tidak pasti," ucap dia.
Sementara itu, Thomas Zeltner selaku pendiri WHO Foundation menjelaskan, nantinya yayasan ini mengharapkan bantuan sumbangan dari individu mapan, perusahaan besar, maupun masyarakat umum.
Seluruh dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk membantu permasalahan kesehatan akibat pandemi virus corona.
Sebelumnya, Amerika Serikat memutuskan menahan pemberian donasi kepada WHO. Presiden AS Donald Trump menyatakan, keputusan tersebut diambil lantaran WHO dituduh China sentris.
Keputusan AS sontak mendapat reaksi negatif dunia. Sebab, WHO kini berada di garis depan perjuangan melawan pandemi virus corona.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona!
