WHO: Kematian Akibat COVID-19 di Afrika Melonjak hingga 43 Persen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota organisasi pemakaman Muslim menyiapkan jenazah seorang pria yang meninggal akibat COVID-19, di masjid Ghiedmatiel Islamia di Cape Town, Afrika Selatan. Foto: Sumaya Hisham/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anggota organisasi pemakaman Muslim menyiapkan jenazah seorang pria yang meninggal akibat COVID-19, di masjid Ghiedmatiel Islamia di Cape Town, Afrika Selatan. Foto: Sumaya Hisham/REUTERS

Kasus kematian akibat COVID-19 di Afrika melonjak hingga 43 persen pada pekan kemarin. Kondisi ini menyebabkan kekurangan oksigen dan tempat tidur perawatan intensif di berbagai negara.

WHO mengatakan, tingkat kematian akibat COVID-19 di Benua Afrika mencapai 2,6 persen. Sedangkan kematian rata-rata global adalah 2,2 persen.

"Gelombang ketiga di Afrika akan menejadi tonggak sejarah suram lainnya ketika jumlah kasus di benua itu mencapai enam juta," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, dikutip dari Reuters, Jumat (16/7).

kumparan post embed

Lonjakan kasus positif di Afrika dipicu oleh varian baru varian delta. Kematian naik tajam selama lima minggu terakhir menjadi 6.273 di minggu lalu.

"Ini adalah tanda peringatan yang jelas bahwa rumah sakit di negara-negara yang paling terkena dampak mencapai titik puncaknya," kata Moeti.

Lebih lanjut, WHO mengatakan Afrika Selatan, Tunisia, Uganda dan Zambia menyumbang sebagian besar kematian.

Sejumlah warga berjalan di kota, selama lockdown di Afrika, akibat wabah viruc corona, Jumat (27/3). Foto: REUTERS / Sumaya Hisham

Sebelumnya, WHO memutuskan akan kembali mengkaji asal usul virus corona. Hingga saat ini, asal usul virus corona masih belum diketahui secara pasti.

Akibat COVID-19, seluruh negara mengalami keterpurukan termasuk Indonesia. Tercatat jumlah kasus positif COVID-19 global kini mencapai 189.501.484 orang.