WHO Kembali Kaji Asal Usul Virus Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur eksekutif WHO, Mike Ryan. Foto: Christopher Black/WHO via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Direktur eksekutif WHO, Mike Ryan. Foto: Christopher Black/WHO via REUTERS

WHO memutuskan akan kembali mengkaji asal usul virus corona. Hingga saat ini, asal usul virus corona masih belum diketahui secara pasti.

Akibat COVID-19, seluruh negara mengalami keterpurukan termasuk Indonesia. Tercatat jumlah kasus positif COVID-19 global kini mencapai 189.501.484 orang.

kumparan post embed

Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan, mengatakan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus akan mengajukan proposal untuk studi fase 2 tentang asal usul virus corona kepada seluruh negara anggota.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan rekan-rekan China. Kami dalam proses itu dan direktur jenderal akan menguraikan langkah-langkah untuk negara-negara anggota," kata Ryan dikutip dari Reuters, Jumat (16/7).

Peter Ben Embarek dan Marion Koopmans, anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul penyakit virus korona menghadiri konferensi pers studi bersama WHO-China di Wuhan, Hubei, China. Foto: Aly Song/REUTERS

Sebelumnya, pada Januari hingga Februari 2021, WHO telah melakukan penyelidikan lebih dalam soal asal-usul SARS-CoV-2.

Tim Investigasi WHO lalu mengerucutkan segala kemungkinan asal-usul COVID-19 ke dalam empat skenario atau hipotesis, diurutkan dari yang paling memungkinkan hingga mustahil.

Yakni penularan langsung dari hewan ke manusia, penularan lewat hewan perantara, penyebaran lewat produk makanan beku dan penyebaran akibat kebocoran lab di WIV.

Namun, anggota tim WHO yang mengunjungi China awal tahun ini mengatakan bahwa mereka tidak memiliki akses ke semua data untuk mencari asal-usul COVID-19. Hal ini memicu perdebatan soal transparansi negara itu.