WHO Lacak 80-an Orang dalam Pesawat yang Ditumpangi Korban Hantavirus

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pulau Saint Helena di Samudera Atlantik Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Saint Helena di Samudera Atlantik Foto: Shutter Stock

Pelacakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait wabah hantavirus โ€” penyakit yang ditularkan hewan pengerat, utamanya tikus, kepada manusia โ€” kini meluas.

Tidak hanya terbatas pada kapal pesiar MV Hondius, WHO juga melacak lebih dari 80 orang di pesawat terbang yang sempat ditumpangi salah satu korban meninggal.

Dikutip dari AFP, Rabu (6/5), pesawat tersebut menempuh rute Pulau Saint Helena (wilayah Inggris di Samudera Atlantik) menuju Johannesburg, Afrika Selatan, pada 25 April 2026. Pesawat milik maskapai Airlink itu membawa 82 penumpang dan 6 awak kabin.

Sebuah kapal ambulans berisi kru berpakaian hazmat mendekati pintu pandu di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius yang sedang bersandar di lepas pantai Praia, Tanjung Verde (5/5/2026). Foto: STR / AFP

Kronologi Kematian Pasangan Belanda

Di dalam pesawat tersebut terdapat seorang wanita asal Belanda yang kondisinya kritis. Tragisnya, suami dari wanita ini sebelumnya telah meninggal dunia โ€” belakangan diketahui akibat hantavirus โ€” di atas kapal pesiar MV Hondius.

WHO menyebutkan bahwa kondisi wanita tersebut "terus memburuk selama penerbangan ke Johannesburg".

instagram embed

Wanita Belanda itu diketahui turun dari kapal pesiar di Saint Helena pada 24 April dengan gejala gangguan pencernaan (gastrointestinal).

Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat keesokan harinya, tapi meninggal dunia setibanya di unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Johannesburg pada 26 April.

Upaya Pelacakan Kontak

Hasil sejumlah tes pada 4 Mei memastikan bahwa wanita tersebut positif terinfeksi hantavirus. Hal ini memicu kekhawatiran adanya penularan di ruang tertutup kabin pesawat.

"Pelacakan kontak terhadap para penumpang dalam penerbangan tersebut telah dimulai," bunyi pernyataan WHO.

Airlink mengoperasikan satu penerbangan dalam seminggu dari Pulau Helena ke Johannesburg, dengan waktu tempuh sekitar empat jam 45 menit.

Perwakilan Airlink, Karin Murray, kepada AFP mengatakan, otoritas kesehatan Afrika Selatan kini telah meminta maskapai untuk menghubungi seluruh penumpang agar segera melapor ke departemen kesehatan setempat guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sebuah kapal ambulans berisi kru berpakaian hazmat mendekati pintu pandu di sisi kanan kapal pesiar MV Hondius yang sedang bersandar di lepas pantai Praia, Tanjung Verde (5/5/2026). Foto: STR / AFP

WHO sebelumnya menduga telah terjadi penularan hantavirus antarmanusia.

Adapun kapal pesiar MV Hondius berlayar dari Argentina menuju ke Cape Verde di Afrika Barat. Cape Verde menolak kapal itu sandar di wilayahnya sebagai wujud "kehati-hatian".

Spanyol lalu memberikan izin bagi kapal pesiar itu untuk berlabuh di Kepulauan Canaria, wilayahnya di Atlantik yang dekat dengan Afrika Barat.

Selain pasangan dari Belanda tersebut, seorang penumpang asal Jerman juga telah meninggal dunia. Namun, baru pasangan Belanda yang dinyatakan positif hantavirus, sedangkan penumpang asal Jerman masih berstatus suspek, menunggu kesimpulan final.