WWS: Medan Zoo Tutupi Kematian Orang Utan hingga Beruang Madu

27 Februari 2024 12:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berada dalam kandang yang rusak di Medan Zoo, Sumatera Utara, Kamis (18/1/2024). Foto: Iwan Gunadi/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berada dalam kandang yang rusak di Medan Zoo, Sumatera Utara, Kamis (18/1/2024). Foto: Iwan Gunadi/AFP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Organisasi pecinta hewan Wildlife Whisperer Sumatra (WWS) mengungkap sejumlah data kematian satwa yang diduga ditutupi di Lembaga Konservasi, Medan Zoo, Kota Medan.
ADVERTISEMENT
Medan Zoo belakangan memang tengah menjadi sorotan di tengah kondisinya yang memprihatinkan. Sudah ada 5 harimau yang mati dalam 3 bulan terakhir.
Dalam data yang diungkap itu, ternyata tidak hanya harimau saja yang mati. Ada juga satwa seperti owa, orang utan, hingga kuda.
Berikut data lengkap satwa yang mati selain harimau berdasarkan data Wildlife Whisperer Sumatra dikutip Selasa (27/2):
1. Owa Agile
Penyebab: sakit
Tanggal mati: ditutupi
2. Beruang madu (2 ekor)
Ilustrasi beruang dan madu. Foto: Shutter Stock
Penyebab: sakit
Tanggal kematian: ditutupi
3. Kuda Tini
Penyebab: mati saat melahirkan tanpa bantuan medis. Jasad ditemukan mengering.
Tanggal kematian: tidak diketahui
4. Orang utan Kalimantan
Penyebab: obesitas dan luka di kaki
Tanggal kematian: ditutupi
5. Kucing emas sumatera (2 ekor)
ADVERTISEMENT
Penyebab: sakit
Tanggal kematian: Agustus 2023
Sementara, Dirut PUD Pembangunan Kota Medan Bambang Hendarto yang menaungi Medan Zoo belum memberikan respons terkait data yang diungkap oleh WWS.
Belum ada gebrakan serius dari Pemko Medan
Medan Zoo adalah sebuah lembaga konservasi yang izinnya diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Di sisi lain, Medan Zoo juga merupakan milik Pemko Medan yang dikelola oleh PUD Kota Medan. Artinya Wali Kota Medan Bobby Nasution yang paling bertanggung jawab atas Medan Zoo.
Bobby masih memberikan sejumlah pembelaan soal kematian 5 harimau yang belakangan terjadi. Ia berkali-kali menyinggung soal life time (masa hidup) dan breeding (kembang biak satwa).
Katanya, masyarakat juga harus tahu soal masa hidup harimau. Berdasarkan data sejumlah penelitian, masa hidup harimau bila di alam bebas adalah 15-20 tahun. Sedangkan bila di penangkaran, bisa lebih lama dengan catatan diberikan perawatan yang baik.
ADVERTISEMENT
Padahal, sejumlah harimau yang mati juga di bawah standar life time yang ada.
Warga melihat kandang yang terbengkalai di kebun binatang Medan Zoo, Medan, Sumatera Utara, Senin (15/1/2024). Foto: Yudi/Antara Foto
Lainnya, Bobby juga menyinggung soal breeding. Katanya, sah-sah saja bila satwa mati. Tapi, yang menjadi masalah di Medan Zoo adalah satwa yang gagal dalam kembang biak atau breeding.
Belum Juga Ditutup Sementara
Bobby juga menjanjikan Medan Zoo akan ditutup untuk perbaikan pada Februari. Namun, hingga hari ini, Selasa (27/2) belum ada keterangan lebih lanjut dari Bobby.
Sejumlah masyarakat juga sudah bergerak menyelamatkan Medan Zoo. Misalnya, influencer yang melakukan aksi bersih-bersih di lokasi. Memberikan dukungan dana, hingga makanan bagi satwa.
Lainnya misalnya, ada pencinta hewan sekaligus youtuber Alshad Ahmad yang berkunjung dari pulau seberang untuk menyumbangkan vitamin bagi satwa.
ADVERTISEMENT
Bahkan ada pula organisasi pecinta hewan bernama People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) yang siap menampung harimau yang tersisa di Medan Zoo.
Wali Kota Medan Bobby Nasution menegur warga terkait parkir liar di atas trotoar yang baru selesai dikerjakan oleh Pemerintah Kota Medan. Foto: Instagram/@bobbynst