5 Mobil Eksotis Disuntik Mati, Ada yang Pernah Dijual di Indonesia

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mitsubishi Lancer Evo (Foto: Motoring)
zoom-in-whitePerbesar
Mitsubishi Lancer Evo (Foto: Motoring)

Pamor mobil-mobil buas dan bertenaga terus berkurang seiring dengan bermunculnya ragam mobil baru. Formulasi pabrikan untuk mengembangkan mobil yang lebih unggul pun tak cukup untuk menaikkan pamornya lagi.

Sampai akhirnya, tidak sedikit pabrikan yang harus gigit jari karena penjualannya jauh dari target dan ekspektasi, sehingga memaksanya untuk menghentikan produksi mobil tersebut.

Seperti mengutip Carbuzz, berikut ini 5 mobil eksotis yang pernah naik daun namun harus disuntik mati karena sepi peminat.

1. Dodge Viper

Mobil eksotis pertama yang harus diskontinu adalah Dodge Viper. Alasan utama pabrikan menghentikan produksi Dodge Viper di samping penjualan adalah karena soal fitur keselamatan.

Berdasarkan aturan terbaru FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standard) airbag tirai menjadi fitur keselamatan wajib pada seluruh mobil keluaran terbaru di Amerika Serikat.

Dodge Viper (Foto: dok. Carbuzz)
zoom-in-whitePerbesar
Dodge Viper (Foto: dok. Carbuzz)

Sayangnya interior atau ruang kabinnya yang terbilang sempit, tidak ada ruang lagi untuk menyematkan airbag atau pun fitur keselamatan baru lainnya, akhirnya pabrikan memutuskan untuk tidak lagi memproduksi generasi penerus Dodge Viper.

Sebagai gantinya pada 2016 lalu, Dodge menghadirkan Viper edisi perpisahan yang dijual terbatas.

2. Jaguar XK

Jaguar XK lahir berkat adanya F-Type. Namun sayangnya mobil yang bentuknya bergaya Grand Tourer (GT) tidak begitu laku di pasaran. Penjualannya yang tidak sesuai harapan hanya sekitar 1.000 unit pada tahun 2012 dan terus menurun setelahnya, memaksa pabrikan menghentikan produksinya.

Usut punya usut Jaguar XK hanyalah ambisi si desainernya Ian Callum yang ingin membuktikan kalau Jaguar masih mampu membuat mobil yang seksi dan bertenaga.

Apabila Jaguar XK masih ada hingga kini, maka berdasarkan spesifikasinya akan berhadapan langsung dengan BMW Seri 8.

Jaguar XK  (Foto: dok. Carbuzz)
zoom-in-whitePerbesar
Jaguar XK (Foto: dok. Carbuzz)

3. Audi R8

Audi juga punya salah satu model mobil yang eksotis. Mobil tersebut adalah Audi R8 2 pintu berbentuk coupe dan bertenaga buas yang lahir pada tahun 2006 silam.

Hanya saja baru lewat satu dekade lebih, pabrikan memutuskan untuk tidak melanjutkan produksinya lagi selepas tahun 2020 karena berfokus mengembangkan mobil listrik.

Sang kepala pengembangan mobil Audi, Peter Martens pun belum lama ini mengakui kalau pengerjaan serta pengembangan R8 terbaru tidak akan pernah dilakukan.

Audi R8 (Foto: dok. Carbuzz)
zoom-in-whitePerbesar
Audi R8 (Foto: dok. Carbuzz)

4. Mitsubishi Lancer Evolution

Selanjutnya ada mobil sedan nan eksotis yang harum namanya berkat berbagai macam video game pada tahun 2000-an awal. Bentuk wujudnya yang seakan menjadi definisi sedan sesungguhnya kala itu, Mitsubishi Lancer Evolution terus dibanjiri penyukanya.

Namun Mitsubishi Lancer Evolution sebagai model pengganti Galant VR-4 yang turun dalam kejuaraan balap reli, produksinya harus dihentikan pada Agustus 2016 lalu.

Pabrikan menilai pamornya yang meningkat tidak sebanding dengan penjualannya yang terus menurun. Tak hanya itu, kandungan emisi mesin Lancer Evolution juga terbilang besar dan jauh dari filosofi Mitsubishi yang punya visi misi memproduksi kendaraan ramah lingkungan.

Mitsubishi Lancer Evolution (Foto: dok. Carbuzz)
zoom-in-whitePerbesar
Mitsubishi Lancer Evolution (Foto: dok. Carbuzz)

5. Volkswagen Beetle

Terakhir ada VW Beetle yang diputuskan pabrikan akan disuntik mati karena lambat laun menunjukkan tren penjualan yang menurun. Sebagai model ikonik dan legendaris yang telah menyebar ke penjuru dunia, pada 2019 nanti menjadi masa produksi terakhir VW Beetle lewat varian Final Edition.

Lewat pengorbanannya menyuntik mati Beetle, VW akan memfokuskan diri mengembangkan mobil listrik guna menjawab kebutuhan di masa depan.

"Kehilangan Beetle setelah tiga generasi, dan lebih dari tujuh dekade, tentu akan menghadirkan beragam emosi yang campur aduk bagi penggemar setia Beetle," ujar CEO VW Amerika, Hinrich Woebcken, dikutip dari keterangan resmi dari laman VW.

Volkswagen Beetle (Foto: dok. Carbuzz)
zoom-in-whitePerbesar
Volkswagen Beetle (Foto: dok. Carbuzz)