kumparan
26 November 2019 9:05

Anti-Kagok Kendarai Mobil Manual, Pahami Tipsnya

Aman berkendara
Ilustrasi mengendarai mobil. Foto: dok, Istimewa
Bagi orang yang baru pertama kali belajar mengemudi mobil pasti akan kesulitan saat mempraktikkannya. Tak jarang ketika sudah merasa mahir, banyak pengemudi yang panik saat berada di belakang kemudi, apalagi yang transmisinya manual.
ADVERTISEMENT
Nah, untuk kalian yang memilih belajar mobil manual, ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar makin lihai mengemudikannya, seperti saran yang diberikan Aan Gandhi, Instruktur Global Defensive Driving Center, berikut lengkapnya.
1. Pahami Fitur-fitur Mobil
Honda mobilio, tipe RS, otomotif, mobil baru 2019
Honda Mobilio tipe RS dengan desain dasbor dan head unit baru.. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Saat baru pertama kali merasakan berada di belakang kemudi mobil manual, ada baiknya memahami cara menggunakan fitur-fitur mobil yang akan dipelajari. Khususnya fitur sistem kemudi seperti letak pedal gas, rem, dan kopling.
Selain itu, pahami juga letak tombol-tombol komunikasi berkendara seperti lampu utama, lampu sign, dan klakson. Jangan lupa minta kepada instruktur atau pendamping untuk mengenalkan sistem keselamatan seperti sistem pengereman, airbag, dan sabuk pengaman.
Pada tahap ini pengemudi pemula juga harus diajarkan teknik safety driving. Meskipun terlihat sepele, namun ini menyangkut keselamatan pengemudi dan penumpang saat dihadapkan pada kondisi darurat.
ADVERTISEMENT
"Contohnya bagaimana cara memegang kemudi, bagaimana olah kemudi, ada yang namanya pull and push, ada hand over hand, jadi harusnya yang dasar-dasar itu dulu. bagaimana driving posture yang benar agar ergonomis," kata Aan.
3. Cara Memindah Gigi Persneling
Toyota Kijang generasi keempat
Tuas persneling Toyota Kijang generasi keempat Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Sebelum berlatih menjalankan mobil, pengemudi pemula harus menghafal posisi perpindahan tuas persneling. Pahami juga tekniknya sambil menginjak pedal kopling dan rem.
"Jadi sebelum belajar menjalankan mobil, pahami cara menggunakan persneling dulu, tapi dalam keadaan statis, dari gigi satu, terus lepas kopling, injak pedal gas sedikit dan seterusnya," jelasnya.
4. Latihan Menyetir Maju
Ilustrasi Menyetir
Ilustrasi Menyetir. Foto: Shutter Stock
Setelah hafal perpindahan tuas persneling antargigi, baru mulai latihan bergerak maju, tentunya di area close track, tidak boleh di jalan raya. Selain pengemudi pemula belum memiliki SIM, area parkir atau jalan di perumahan lebih sepi dan aman untuk latihan mengemudi.
ADVERTISEMENT
"Pada tahap ini latihan stop and go dulu di gigi satu, jalan maju 10 meter, lalu injak rem dan kopling secara bersamaan. Pelan-pelan saja, lanjut lepas rem dan kopling pelan-pelan dan dilakukan terus beberapa hari hingga hafal dan mahir," kata Aan.
"Kalau sudah lancar, baru injak kopling dan masuk gigi dua, tidak perlu digas. Jangan takut terjadi engine stop selama mobil berjalan perlahan," lanjutnya.
5. Berlatih Mundur
Mitsubishi Eclipse Cross
Visibilitas spion tengah pada Mitsubishi Eclipse Cross Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
Jika adaptasi saat belajar mundur sudah lancar, baru belajar memundurkan mobil. Saat mundur pun usahakan jangan menginjak pedal gas.
"Mundur lurus dulu stop and go, saat memasukkan gigi mundur, cukup lepas kopling pelan-pelan, tidak perlu digas," kata Aan.
5. Jangan Biasakan Selalu Injak Kopling
Ilustrasi kaki kiri pada pedal kopling
Ilustrasi kaki kiri pada pedal kopling mobil manual Foto: dok. Shutter Stock
Menurut Aan, umumnya ada kesalahan pola pikir yang selalu ditanamkan kepada pengemudi pemula oleh instruktur latihan mengemudi. Karena tempat latihan di jalan raya yang padat, instruktur sering menyuruh pengemudi menginjak pedal kopling untuk mencegah engine stop.
ADVERTISEMENT
"Karena latihan di jalan raya mereka selalu mengingatkan pengemudi untuk menginjak kopling saat kendaraan melambat karena takut engine-nya stop. Ini sebenarnya salah, karena diingatkan terus sama instruktur sehingga jadi kebiasaan," tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan