kumparan
Otomotif6 Desember 2019 12:36

Bagi Toyota, Tumbangnya Datsun Tidak Berpengaruh Besar

Konten Redaksi kumparan
Datsun Go-Live
Datsun Go-Live Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Datsun bakal mengakhiri aktivitas produksinya pada Januari 2020 mendatang. Disinyalir karena performa jualannya yang anjlok, memaksa pabrikan mengakhiri daur hidupnya di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Keputusan ini pun lekas membuat pemain di segmen Low Cost Green Car (LCGC) bakal berkurang satu. Bukan tidak mungkin langsung menguatkan salah satu merek otomotif nasional.
Datsun GO
Datsun GO Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
Padahal boleh dibilang Datsun dengan dua modelnya, Go dan Go+, jadi dedengkot perkembangan LCGC di Indonesia.
Melihat hal ini, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menanggapinya santai. Baginya, absen Datsun di pasar otomotif nasional nantinya tidak begitu berpengaruh besar.
"Datsun dan lainnya saya enggak tahu kenapa mereka melakukan itu, tapi kan ada yang lain, kami lihat kompetisi selalu ada dan pilihan ke depannya akan semakin banyak," katanya usai peluncuran mToyota di Jakarta, Kamis (5/12).
Anton Jimmi Suwandy, POTRAIT
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy. Foto: Moh Fajri/kumparan
Anggapan Anton ada benarnya, mengingat ada pabrikan lain yang coba penetrasi ke segmen LCGC namun dengan fitur yang lebih banyak.
ADVERTISEMENT
"Di akhir tahun ada Renault Triber, itu saya rasa segmennya berdekatan dengan LCGC meskipun produknya bukan LCGC, makanya kompetisi semakin ketat," tambah Anton.
NOT COVER New Toyota Calya
New Toyota Calya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pada tahun 2019 sendiri, dari data wholesales Gaikindo, Toyota sudah membukukan 62.628 unit model LCGC yang terdistribusi sepanjang Januari hingga Oktober. Rinciannya, Calya 42.626 unit dan Agya 20.002.
Turun 19,4 persen kalau dibandingkan tahun lalu yang bisa mengirimkan 77.714 unit model LCGC ke diler pada kurun waktu yang sama.
"Tahun ini di beberapa bulan memang market turun. Tapi LCGC saat ini stabil di angka market yang sesuai sekarang," kata Anton.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan