Berita Populer: Peminat Mobil Manual di Indonesia; Toyota Soal Mobil Hybrid

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layout interior New Daihatsu Sigra Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Layout interior New Daihatsu Sigra Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Informasi mengenai peminat mobil transmisi manual di wilayah Indonesia timur menjadi salah satu berita populer kumparanOTO, Minggu (21/1).

Kemudian Toyota yang minta pemerintah agar menaruh perhatian ke mobil hybrid, serta baterai mobil listrik BYD diklaim tahan sangat lama hingga jarak jutaan kilometer.

Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.

Mobil Transmisi Manual Masih Jadi Primadona di Indonesia Timur

Mobil bertransmisi otomatis kian populer, terutama di kota-kota besar atau wilayah dengan padat penduduk. Bahkan mobil keluaran terbaru saat ini hanya menyediakan opsi matik untuk beberapa variannya tanpa adanya pilihan transmisi manual.

Namun, lain cerita untuk wilayah seperti Indonesia timur. Menurut Area Manager PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Indonesia Bagian Timur (IBT) Tulus Pambudi, penjualan mobil transmisi manual masih besar.

kumparan post embed

Toyota Minta Pemerintah Juga Kasih Perhatian Mobil Hybrid

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmy Suwandy berharap pemerintah menaruh perhatian yang sama untuk mobil hybrid layaknya mobil listrik murni atau BEV.

Pemerintah memang tengah getol mendorong pertumbuhan penjualan dan penggunaan mobil listrik. Berbagai cara melalui kebijakan-kebijakan dikeluarkan guna menggenjot populasi mobil setrum di dalam negeri.

kumparan post embed

Baterai Mobil Listrik BYD Diklaim Tahan Lama, Tempuh Jarak 1,2 Juta Kilometer

Mobil listrik BYD yang akan dijual di Indonesia menggunakan blade battery, yang dikembangkan langsung oleh pabrikan melalui anak perusahaan FinDreams Battery di China.

Baterai dengan wujud pipih tersebut didesain untuk mencegah terjadinya panas berlebih dan mengurangi potensi risiko kebakaran. Kepadatan energinya juga tinggi, memungkinkan kendaraan listrik bisa menempuh jarak tempuh jauh.

kumparan post embed