Cek Fakta, Menggeber Mobil Bisa Membuat Kerak pada Mesin Hilang?

16 Maret 2020 8:06 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Speedometer Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Speedometer Foto: dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Berbagai mitos berkendara dan perawatan pada mobil, memang banyak macamnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu mitos yang sering ditemui di masyarakat, yaitu menyoal menggeber dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, dipercaya bisa membuat ruang mesin menjadi lebih bersih.
Namun, benarkah mitos itu?
Mencoba menjawab mitos tersebut, Dealer Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, mengatakan bahwa hal itu memang bisa saja terjadi, selama perlakuan yang dilakukan tidak berlebihan.
“Iya bisa saja, karena dengan membawa mobil pada kecepatan tinggi akan membuat rpm menjadi naik dan suhu panas di dalam ruang mesin menjadi meningkat,” jelas Didi kepada kumparan.
Tampilan Mesin Peugeot 306 N3 setelah dipasang turbocharger Foto: dok. Istimewa
Lanjutnya, dengan suhu panas yang meningkat signifikan di dalam ruang mesin, otomatis akan membuat kerak-kerak yang tersisa di area ruang bakar menjadi ikut terbakar, sehingga secara otomatis akan membuat kerak tersebut menjadi hilang.
ADVERTISEMENT
Umumnya, menumpuknya kerak-kerak pada ruang mesin tersebut, disebabkan karena terlalu seringnya mobil digunakan pada kondisi kemacetan.
“Mungkin saja karena pemakaian jarak dekat dan sering macet, rpm rendah terus. Sehingga menyebabkan kerak karbon bertumpuk,” papar Didi.
Ruang Mesin Toyota C-HR Foto: Muhammad Ikbal/kumparan
Meski membawa mobil dengan kecepatan tinggi bisa membuat kerak pada mesin berkurang, Didi mengingatkan agar konsumen menghindari menggeber hingga batas red line.
“Karena dengan rpm yang tinggi terus sampai batas red line, justru nanti mesin bisa jadi jebol,” tutur Didi.
Dirinya juga mengimbau agar para pengemudi tetap berhati-hati dan selalu memperhatikan kondisi di sekitar.