Coba Lakukan Hal Ini Saat Sepeda Motor Mogok Terkena Banjir

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara motor melewati banjir.  Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara motor melewati banjir. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Intensitas hujan tinggi membuat sejumlah wilayah di Jabodetabek kembali terendam banjir pada Selasa pagi (25/2). Tak sedikit kendaraan yang mengalami mogok karena nekat menerjang banjir. Ya, khususnya pengendara sepeda motor

Dijelaskan oleh Service Senior Technical Advisor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet, sepeda motor mogok saat menerjang banjir dikarenakan beberapa komponen penting terendam air sehingga tak berfungsi maksimal bahkan berpotensi alami kerusakan.

"Ketinggian paling aman untuk sepeda motor menerjang banjir adalah setinggi as roda. Lebih dari itu sebaiknya cari jalan alternatif lain," buka Slamet kepada kumparan, Senin (25/2).

Slamet membeberkan beberapa 5 cara yang bisa membantu menghidupkan motor saat mogok di tengah banjir.

1. Pindahkan ke tempat tinggi

Warga mendorong motor saat banjir yang merendam Kawasan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pertama, ketika motor anda tiba-tiba mati saat menerjang banjir hal yang harus dilakukan adalah tidak panik dan sebisa mungkin pindahkan motor ke tempat yang tinggi.

"Jika motor sudah aman dari genangan banjir, jangan coba di-starter dulu. Biarkan beberapa saat supaya airnya turun," jelasnya.

2. Cek filter udara atau karburator

Melepas baut tutup filter udara Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Kemudian, cek bagian boks filter. Lepaskan penutup filter udara sepeda motor dan coba keringkan. Untuk beberapa tipe motor, biasanya membutuhkan obeng plus untuk membukanya.

Slamet juga menyarankan untuk melakukan pengecekan pada filter karburator atau injector. Apabila di dalamnya terdapat banyak air, segera keringkan. Hal ini ternyata membuat motor sulit hidup.

"Kalau filter udaranya masih standar kan dia masih tipe basah artinya ada lapisan oli. Selain punya fungsi menangkap debu, dia juga bertolak belakang sama air. Dilihat juga intake-nya apakah ada embun-embun air, kalau basah segera keringkan," ucapnya.

3. Periksa knalpot

Tampilan cover knalpot baru Vespa LX 125.. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Sebagai komponen saluran gas buang, knalpot punya fungsi yang vital pada sepeda motor. Jika air menyumbat lubang knalpot hal yang terjadi adalah motor sulit hidup.

"Biasanya pengendara mogok karena salah atur bukaan gas. Ketika pengendara menutup gas secara tiba-tiba knalpot akan menyedot air, itu bisa buat motor mogok," katanya.

Slamet menjelaskan, langkah ketiga ini harus dilakukan sebelum melepas perangkat busi. Caranya, bisa dengan melepas knalpot dari silinder head menggunakan kunci 12 dan 14. Oleh karena itu, Slamet menyarankan untuk selalu membawa perlengkapan kunci.

4. Melepas dan keringkan busi

Kepala (Cop) Busi dan Pelindung Karetnya Foto: Alfons Yoshio/kumparan

Bagian ini memang sedikit sulit, maka dari itu pengendara diimbau untuk selalu membawa kunci busi di dalam bagasi.

Slamet menyebutkan setelah motor benar-benar kering dan komponen busi sudah tercabut, coba nyalakan motor dengan kick starter atau engkol.

"Setelah busi sudah lepas, boleh di starter pakai engkol. Kalau enggak ada engkol bisa juga pakai elektrik starter. Ini bertujuan untuk memastikan ruang bakar masih ada air atau enggak, kalau masih ada (air) akan muncul cipratan air di knalpot," paparnya.

5. Sejenak panaskan

Tampilan panel instrumen Peugeot Django SS. Foto: Bangkit Jaya Putra

Setelah menemukan akar permasalahannya, Slamet mengimbau agar motor tak langsung digeber. Diamkan beberapa menit untuk proses pemanasan mesin.

"Biarkan mesin nya menyala jangan digas atau dipakai dulu. Biarkan panas dan menguap, biasanya daerah CVT yang alami slip kalau langsung tancap gas," katanya.

Agar terhindar dari kerusakan serius, Slamet menyarankan kepada pengendara agar menghindari jalanan yang tergenang banjir.

"Kalau maksa, air dari knalpot bisa masuk ke ruang bakar (blowback), air akan terhisap lewat klep exhaust. Dampak terparahnya bisa alami water hammer, karena air punya sifat tak bisa dikompresi. klep atau stang seher bisa saja bengkok." jelasnya.

collection embed figure