Diskon PPnBM 100 Persen Dongkrak Jualan Toyota Lebih dari 50 Persen
·waktu baca 4 menit

PT Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan tren penjualan positif sepanjang Januari hingga Juli 2021.
Berdasarkan data penjualan Gaikindo, Toyota sudah menorehkan angka wholesales --distribusi dari pabrik ke diler-- sebesar 143.937 unit dan ritel --distribusi dari diler ke konsumen-- sebesar 142.618 unit
Capaian itu meningkat 61,7 persen dibandingkan wholesales pada periode sama 2020 lalu yang hanya 89.040 unit dan 36,5 persen dibandingkan ritel sales 2020 yang hanya 104.496 unit.
“Bila melihat pergerakannya di tahun ini pun Toyota masih di posisi 1 dan market share-nya juga kira-kira di angka 31 persen,” jelas Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy dalam acara virtual media gathering yang digelar Astra Group.
Tertolong relaksasi PPnBM
Anton menyebut 2 faktor utama hasil positif tersebut, pertama diskon PPnBM 100 persen. Faktanya, penjualan rata-rata per bulan terus menanjak.
“Di kuartal pertama tahun lalu (2020) itu masih di 25 ribuan per bulan, lalu di kuartal 2 sangat drop sekali menjadi hanya 3 ribuan. Kemudian walaupun terjadi kenaikan di kuartal 3 dan 4 2020, tapi angkanya masih berada di maksimum 16 ribuan unit per bulan,” beber Anton.
Capaian itu pun perlahan mulai pulih pada 2021, khususnya saat insentif relaksasi PPnBM 100 persen mulai diberlakukan sejak Maret.
“Januari-Februari 2021 relatif masih stabil di angka 15 ribu sampai 16 ribuan unit per bulan, tapi sejak Maret saat PPnBM dimulai, mengalami kenaikan yang cukup lumayan menjadi angkanya 22 ribuan per unit sampai Juli 2021,” kata Anton.
Lalu faktor kedua, yakni membaiknya kondisi perekonomian. Ini tampak dari penjualan segmen yang tidak mendapat diskon PPnBM mulai pulih secara perlahan.
Bahkan, Anton menyebut terjadi eskalasi hingga 48 persen dalam hal penjualan mobil CBU dan LCGC. Khusus untuk LCGC, mobil ini memang sudah memiliki nilai PPnBM 0 persen.
Segmen SUV mulai usik MPV
Dalam hal segmentasi penjualan, mobil berjenis MPV memang masih jadi terfavorit dengan pangsa pasar lebih dari 50 persen. Namun berdasarkan data yang dimiliki Toyota, dalam 5 tahun terakhir hingga saat ini, segmen SUV terus merangkak naik hingga mencapai pangsa pasar di atas 30 persen. Berikut data segmentasi yang dimiliki Toyota.
2017: MPV 75,53 persen, SUV 12,47 persen, Hatchback 11,25 persen
2018: MPV 65,48 persen, SUV 22,31 persen, Hatchback 11,59 persen
2019: MPV 63,74 persen, SUV 24,97 persen, Hatchback 10,39 persen
2020: MPV 59,78 persen, SUV 27,52 persen, Hatchback 11,41 persen
2021: MPV 56,95 persen, SUV 31,90 persen, Hatchback 10,17 persen.
“Di tahun ini bahkan SUV sudah melewati angka 30 persen. Kemudian untuk MPV walaupun segmennya mengalami penurunan tapi tetap merupakan pangsa pasar terbesar di atas 50 persen,” beber Anton.
Toyota Avanza masih paling laris
Sedangkan bila dirinci per model, nama Toyota Avanza masih jadi yang paling banyak mencatatkan wholesales sepanjang Januari hingga Juli 2021 dengan angka 32.528 unit.
Disusul oleh Toyota Rush di posisi kedua dengan 25.892 unit dan Toyota Innova di posisi 3 dengan 23.800 unit. Lalu untuk posisi 4 dan 5, masing-masing ditempati oleh Toyota Calya dengan 19.652 unit, dan Toyota Fortuner dengan 9.973 unit.
Berikut kontribusi penjualan per model Toyota.
Toyota Avanza - 32.528 unit
Toyota Rush - 25.892 unit
Toyota Innova - 23.800 unit
Toyota Calya - 19.652 unit
Toyota Fortuner - 9.973 unit
Toyota Raize - 6.821 unit
Toyota Hilux - 4.232 unit
Toyota Yaris - 4.181 unit
Toyota Alphard - 1.155 unit
Toyota Hi-Ace - 1.551 unit
Toyota Corolla Cross - 1.095 unit
Toyota Voxy - 792 unit
Toyota Camry - 516 unit
Toyota Sienta - 510 unit
Toyota Vios - 466 unit
Toyota Corolla Altis - 356 unit
Toyota C-HR - 114 unit
Toyota Vellfire - 90 unit
Toyota Land Cruiser - 90 unit
Toyota COMS EV - 20 unit
Toyota 86 - 18 unit
Toyota C+POD EV - 7 unit
Toyota Prius - 5 unit
Toyota GR Supra - 3 unit.
***
