Gaikindo: Rupiah Melemah Bisa Dongkrak Daya Saing Ekspor Otomotif RI

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plt Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Widya/kumparan

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi industri otomotif nasional.

Di tengah tekanan kurs dan perlambatan pasar domestik, kondisi tersebut justru dinilai bisa meningkatkan daya saing ekspor otomotif Indonesia, karena memiliki fondasi produksi lokal yang lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu.

“Kalau nilai tukar kita makin melemah itu akan memberikan kompetitif dari ekspor otomotif kita baik CBU (utuh) dan CKD (terpisah) maupun komponennya,” ujar Putu saat konferensi pers GIIAS 2026 di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurutnya semakin banyak model kendaraan yang dilokalisasi dengan kandungan lokal tinggi, membuat daya saing produk semakin menguat. Dalam konteks ini juga merujuk pada produksi kendaraan listrik dalam negeri setelah penghentian relaksasi impor.

“Ini sudah masuk ke dalam produksi di dalam negeri. Karena sampai dengan Desember kemarin itu untuk kemudahan impor kendaraan bermotor sudah dihentikan dan dia harus berproduksi di dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tertentu,” katanya.

Produksi Toyota Yaris Cross di Karawang Plant 2 Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Putu menilai kombinasi antara pelemahan rupiah dan meningkatnya produksi lokal dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi industri otomotif Indonesia, khususnya untuk pasar ekspor.

Tambahnya, kondisi tersebut dapat membuat produk otomotif buatan Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global, baik dalam bentuk kendaraan utuh atau completely built up (CBU), completely knocked down (CKD), maupun komponen.

“Dengan kombinasi dua hal itu, kami sangat yakin akan memberikan dorongan yang kuat untuk bagaimana industri ini tumbuh dengan bagus,” ucapnya.

Suasana booth Xpeng di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Di sisi lain, Gaikindo mengakui pasar otomotif domestik saat ini masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari suku bunga tinggi hingga pelemahan daya beli masyarakat.

Namun industri disebut terus berupaya menghadirkan teknologi yang lebih efisien, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar fosil yang kini harganya semakin mahal. Salah satunya melalui pameran GIIAS yang diinisiasi Gaikindo yang dimulai pada akhir Juli nanti.

“Banyak dilakukan pengenalan teknologi-teknologi yang bisa membantu untuk mengurangi bahan bakar fosil,” kata Putu.