GIIAS Semarang 2026: BYD Klaim Sudah Punya 3.000 Konsumen di Jateng

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BYD di GIIAS Semarang 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BYD di GIIAS Semarang 2026. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap bisnis kendaraan listrik BYD di Indonesia. Hingga September 2026, BYD mengeklaim lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah telah menggunakan kendaraan listrik mereka.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan, pertumbuhan pengguna di wilayah tersebut juga menunjukkan semakin luasnya penerimaan kendaraan listrik di luar pasar utama seperti Jakarta.

"Dan Jawa Tengah adalah salah satu yang mencapai pencapaian yang luar biasa. Hingga kini, secara total, lebih dari 3.000 keluarga sudah mempercayakan mobilitasnya bersama BYD, dan itu sekitar 37 persen dari total pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah," kata Luther saat regional launching BYD di GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9).

Luther mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan BYD memperkuat jaringan penjualan dan layanan di Jawa Tengah. Saat ini, jaringan BYD Group di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta disebut telah mencapai tujuh lokasi yang beroperasi.

BYD M6 Standard terbaru meluncur pada ajang GIIAS 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

"Kami akan semakin meningkatkan coverage kami di Jawa Tengah. BYD juga terus memperluas jaringan diler di provinsi ini. Kami telah memiliki jaringan BYD Group mencapai tujuh lokasi yang beroperasi dan akan bertambah dalam tahun ini hingga 16 lokasi lainnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta," ujarnya.

Menurut Luther, perluasan pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah masih memiliki ruang yang besar. Ia menyebut sebagian besar kendaraan yang beredar di Indonesia masih menggunakan mesin pembakaran internal, sehingga transisi menuju kendaraan elektrifikasi masih membuka peluang pertumbuhan.

"Padahal perjalanan ini masih agak baru dimulai, karena 65 persen pasaran masih bergantung pada kendaraan fosil, yaitu bahan bakar bensin. Di sinilah peluang transformasi ini secara besar," kata Luther.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam itu, BYD tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik berbasis baterai. Perusahaan memperluas pilihan dengan teknologi plug-in hybrid yang disebut Dual Mode (DM), melalui model BYD M6 DM yang diluncurkan di Indonesia pada Mei 2026.

BYD M6 DM. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

"Satu teknologi saja tidak cukup untuk menjawab semua kebutuhan. Karena itu BYD membangun ekosistem New Energy Vehicle lengkap melalui dua teknologi terbaru kami, yaitu BEV dan DM," ujarnya.

Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 kendaraan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Perusahaan menyebut capaian tersebut memberikan BYD pangsa sekitar 37 persen di pasar kendaraan listrik Indonesia.