Kata Pengamat Soal Moge Ratusan Juta Masuk Jalur Busway: Mental Murahan!

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengendara motor gede (moge) diberikan tindakan tilang oleh polisi karena memasuki jalur khusus Busway.  Foto: Instagram/@tmcpoldametro
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengendara motor gede (moge) diberikan tindakan tilang oleh polisi karena memasuki jalur khusus Busway. Foto: Instagram/@tmcpoldametro

Pihak kepolisian memberhentikan paksa sejumlah pengendara motor gede (moge) yang dengan sengaja masuk jalur khusus TransJakarta. Kejadian itu diunggah di akun Instagram resmi TMC Polda Metro Jaya pada Sabtu (29/5) siang.

"Polri Sat Lantas Jakpus melakukan penindakan dengan tilang kepada pengendara moge atau motor ber-cc besar yang melakukan pelanggaran masuk Busway Jl. KH. Hasyim Ashari Cideng, Jakarta Pusat," tulis TMC Polda Metro Jaya di kolom caption.

instagram embed

Arogansi pengguna moge yang masuk jalur busway bukanlah yang pertama kali. Menurut Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana kejadian ini adalah hal yang kerap dilakukan para pemilik kendaraan mahal.

"Menurut saya, kesadaran mereka dalam berlalu lintas masih sangat kurang. Kemudian memang penegakan hukum kepada pengguna jalan ini tidak hanya lemah tapi juga murah," kata Sony kepada kumparan, Sabtu (29/5).

Sony bilang, secara besaran denda para pengguna moge bisa dengan mudah membayar itu. Tapi ini tak akan berefek apalagi membuat jera para oknum-oknum tersebut.

kumparan post embed

"Denda masuk jalur Busway Rp 500 ribu, untuk mereka kaum serba punya enggak ada apa-apanya. Dan bahkan mereka merasa, kalau perlu dan bisa dibayar seharian itu jalur busway," bebernya.

Menurut Sony, hal yang bisa mengubah kebiasaan tersebut ialah mental si pengendara sendiri. Dia juga menyoroti para petugas yang seharusnya bisa tegas kepada siapa pun, termasuk pada pengendara moge yang satu institusi.

"Susahnya begini, mental oknum seperti ini murahan dan terbangun dengan salah. Mereka akan menyepelekan dan memandang biasa perilaku yang tidak benar, bahkan tidak malu masuk jalur busway," pungkasnya,

"Di Indonesia ini punya duit surga bagi mereka. Penindakan juga bisa diatur-atur, itu yang menjadikan mereka tidak pernah berubah," tambah Sony.

Peran penting komunitas

Sejumlah pengendara motor gede (moge) diberikan tindakan tilang oleh polisi karena memasuki jalur khusus Busway. Foto: Instagram/@tmcpoldametro

Salah satu cara membuat para pengguna moge bisa taat hukum adalah pendekatan intim dari ketua dan pengurus komunitasnya. Menurut Sonny, lingkungan ini yang paling bisa membuat para oknum jera.

"Harusnya mereka-mereka yang punya uang kasih contoh yang baik, apalagi bicara komunitas. Mereka bawa nama komunitas A misalnya, harus dijaga baik-baik, harus ada imbauan dari pentolannya (ketua)," katanya.

Mendarah daging

Sejumlah pengendara motor gede (moge) diberikan tindakan tilang oleh polisi karena memasuki jalur khusus Busway. Foto: Instagram/@tmcpoldametro

Sony juga mengatakan, para pengguna moge atau kendaraan mewah sulit untuk patuh dengan hukum. Menurutnya ini sudah mendarah daging, apalagi di Indonesia.

kumparan post embed

"Arogansi moge susah (hilang), karena balik lagi mereka merasa punya uang. Segala sesuatunya itu bisa diatur, ini yang sulit. Jadi yang bisa mengubah, sebenarnya dirinya sendiri, mau atau tidak," tegas Sony.