Kenali 5 Tanda Busi Motor Kamu Minta Diganti

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Busi motor bermasalah, performa kendaraan juga akan menurun. Karena itu pemilik motor perlu peka, soal tanda-tanda komponen ini minta diganti.

Jangan sampai motor mogok di jalan bila kondisi busi yang sudah tak baik dibiarkan dan dipaksakan terus.

Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet Kasianom mengatakan, setidaknya ada 5 tanda busi sudah harus diganti baru. Berikut lengkapnya.

1. Missed fire

Busi Motor Kawasaki W175 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Busi yang performanya sudah menurun akan mengalami missed fire dalam ruang bakar alias silinder. Gejala umumnya adalah mesin berhenti sesaat dan kembali berfungsi seperti normal.

"Gejala ini bisa terjadi, tapi umumnya pemilik kurang peka karena motor masih bisa hidup. Sebaiknya memang diganti, karena bisa mati kapan saja. Periksa juga sambungan kabel (busi), ini harus dipastikan," jelas Slamet saat dihubungi kumparan, Minggu malam (28/6).

2. Mesin pincang

Layout mesin Suzuki Thunder GSX 250. Foto: dok. Ari Soeta/acb_bdo

Untuk motor yang silindernya berjumlah lebih dari satu, busi yang mati juga akan mengurangi performa motor. Umumnya, motor akan mengalami pincang mesin, karena salah satu silinder tak berfungsi.

"Biasanya suara mesin terdengar tidak halus, kalau tersendat dan busi mati otomatis kendaraan hanya hidup dengan jumlah mesin yang masih normal," lanjut dia.

3. Sulit bahkan tidak nyala saat starter

Beberapa tombol di saklar sebelah kanan. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Busi yang usang memiliki waktu yang lebih sulit untuk menciptakan percikan api. Jika kendaraan Anda sulit dinyalakan analisis pertama coba periksa kondisi busi atau kabel busi.

"Terlebih dulu pastikan kondisi akinya, kalau normal bisa jadi businya sudah rusak. Kepala busi (elektroda) sudah aus dan kotor, pasti percikan api juga lemah," timpal dia.

4. Tarikan kurang responsif

Ilustrasi tuas rem depan. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Tanda selanjutnya yang bisa Anda rasakan adalah tarikan sepeda motor jadi kurang responsif.

Dijelaskan Slamet, busi yang bermasalah menyebabkan akselerasi pada motor jadi tak maksimal.

5. Boros BBM

Desain tangki BBM Yamaha XSR155 Flat Tracker. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pembakaran yang kurang sempurna membuat endapan kotoran pada elektroda atau ujung insulator busi. Slamet mengatakan, jika konsumsi BBM terasa lebih boros salah satu penyebabnya adalah kondisi busi yang buruk.

"Ini dikarenakan (percikan) api yang kecil, tidak bisa membakar semua," jelasnya lagi.

Busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Saran Slamet, meski busi punya masa pakai yang lama, sebaiknya tetap melakukan pengecekan secara berkala minimal tiap 6 ribu kilometer sekali.

"Busi racing belum tentu cocok untuk motor harian, pastikan kodenya benar jangan pakai kode busi yang berbeda. Jika diganti dengan kode yang berbeda hasilnya pasti juga berbeda," tegasnya.

Nah, untuk sepeda motor harian alias standar menurut Slamet lebih baik menggunakan busi sesuai rekomendasi pabrikan.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

collection embed figure