Lawan Xpander, Low MPV Hyundai Bakal Diproduksi di Indonesia

22 Juli 2019 8:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hyundai di GIIAS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Hyundai di GIIAS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
ADVERTISEMENT
PT Hyundai Mobil Indonesia tak menampik kabar investasi yang akan dimulai pada 2021 nanti. Nilai investasinya disebut-sebut mencapai Rp 12 triliunan, seperti yang sudah disampaikan Kementerian Perindustrian.
ADVERTISEMENT
“Saya juga sebenarnya membaca dari pernyataan Kemenperin ketika Pak Menteri ada di Korea Selatan, dan itulah statement adanya, dan kebetulan yang mendampingi beliau adalah salah satu petinggi yang memang membawahi rencana investasi di Indonesia. Nah apabila Pak Menteri menyampaikan seperti itu, menurut saya ya valid,” ucap Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Minggu (21/7).
Namun yang menariknya lagi, Hendrik memberikan bocorannya kalau model pertama yang kemungkinan besar ada di segmen low MPV. Bisa jadi low MPV ini menjadi yang pertama dipasarkan Hyundai di Indonesia maupun global.
Hyundai di GIIAS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
“Iya tentunya yang marketnya besar, realistis ya, potensinya juga untuk mengembangkan jualannya lebih optimal, pasti yang dipilih adalah market-market besar --low MPV,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya LMPV saja, kemungkinan model lain yang masuk di segmen favorit seperti hatchback dan low SUV juga merupakan produk yang benar-benar baru, bukan turunan dari yang sudah ada.
“Iya kemungkinan new produk juga sih. Nanti kita lihat deh kemungkinannya, tapi tak jauh-jauh dari situ,” ucapnya.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo di Seoul, (25/6). Foto: Dok. Kementerian Perindustrian

Lokasi Pabrik

Nah teka-teki lainnya yang sedikit mendapat pencerahan adalah soal lokasi pabrik Hyundai. Hendrik menyebutkan, ada dua kemungkinan tapi tak akan jauh-jauh dari wilayah Jawa Barat.
“Ada di daerah Purwakarta, dan ada satu lagi kemungkinan di luar itu tapi masih di daerah Jawa Barat, dua-duanya sedang negosiasi, kalau saya katakan sekarang akan mempengaruhi negosiasi lahan tersebut,” katanya.