Mengapa Mobil yang Lama Tak Dipakai Tekanan Anginnya Berkurang?

Ban mobil maupun motor lama-lama tekanan anginnya bisa berkurang. Apalagi saat kendaraan tersebut tak digunakan selama periode work from home (WFH) ini.
Namun apakah Anda pernah terbesit bagaimana penjelasan teknisnya, mengapa dan variabel apa saja yang mempengaruhi tekanan ban berkurang tanpa kita sadari?
Guna mengetahui hal tersebut, berikut ini kumparan sajikan ulasannya bersama On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal, Zulpata Zainal.
1. Kebocoran pentil ban
Pertama ujar Zul, sapaan akrabnya, penyebabnya bisa terjadi karena ada kebocoran di beberapa area ban. Utamanya pada pentil yang tidak bersih, terdapat partikel kotoran yang justru menyebabkan celah tak kasat mata.
"Misal pentil, isi pentil yang biasa disebut core yang kurang rapat atau kotor, sehingga angin bisa keluar meski sedikit sekali," ujarnya saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.
2. Bocor halus
Kemudian kebocoran di area lain yang tidak disadari. Ya sebut saja ada paku yang di area tidak terlihat sehingga menyebabkan ban kendaraan bocor halus.
"Misal ada paku yang menusuk bagian ban atau ada batu yang sudah melukai telapak ban, sehingga karena lama tidak dihangatkan atau dijalankan, tekanan angin akan keluar," imbuh Zul.
3. Pori-pori ban
Kemudian, angin juga bisa keluar dari permukaan ban itu sendiri. Mengingat konstruksi ban tidak sepenuhnya merupakan benda padat.
Artinya ada celah yang disebut pori-pori. Yang memungkinkan sifat udara dengan molekul kecil bisa bergerak keluar lewat pori-pori tadi ditambah tekanan dari bobot mobil.
"Karet ban sebenarnya tidak seratus persen padat kayak besi, tapi ada pori-porinya. Sangat kecil sekali, tapi itu tadi, kalau tidak sering dihangatkan bannya tekanan angin akan berkurang," lanjut Zul.
4. Suhu
Faktor terakhir adalah suhu lingkungan atau tempat di mana mobil diparkirkan selama WFH. Apalagi ada pergantian siang dan malam, bersamaan dengan perubahan suhu tersebut, tekanan angin bisa cepat berkurang.
"Benar, ban kendaraan akan berpengaruh terhadap suhu sekitar. Makin dingin makin banyak turunnya. Ingat lagi, udara mengalir dari yang bertekanan tinggi ke tekanan rendah," tuntas Zul.
***
